Karhutla Melanda Sejumlah Titik di Raja Ampat, Puluhan Hektare Hutan Terbakar

RAJA AMPAT — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah titik di Waisai Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Jumat (28/8/2026). Tim gabungan dari Personil BPBD, Kodim 1805/RA, Polres Raja Ampat, Yonif TP 863/BB, Basarnas, Damkar, Posal Waisai dan Ki Yon A Sat Brimob PBD bergerak cepat untuk melakukan pemadaman dan penelusuran titik api.

Kepala BPBD Raja Ampat, M. Guntur Tamima, mengatakan kebakaran terpantau di kawasan hutan Kali Polres Waisai, sekitar kantor Telkom, samping Bandara Waisai, serta Kampung Napirboy, Distrik Waigeo Selatan.

“Kami bersama tim gabungan langsung melakukan penanganan di sejumlah titik yang dilaporkan mengalami kebakaran. Selain pemadaman, tim juga melakukan penelusuran untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi meluas,” kata Guntur dalam laporan situasi penanggulangan karhutla, Jumat.

Di kawasan dekat kantor Telkom, api berhasil dipadamkan dengan bantuan mobil tangki BPBD. Luas area yang terbakar diperkirakan sekitar 150 meter persegi. Sementara kebakaran di samping bandara diperkirakan mencapai 400 meter persegi.

Tim juga bergerak ke Kampung Napirboy setelah menerima laporan masyarakat. Petugas menemukan lokasi kebakaran cukup jauh dari akses jalan sehingga proses pemadaman terkendala. Namun, api dinilai tidak berpotensi menyebar karena area di sekitarnya relatif bersih dari ranting dan daun kering.

Adapun kebakaran di kawasan hutan Kali Polres Waisai menjadi titik dengan dampak paling luas. Berdasarkan hasil penelusuran tim gabungan, area yang terbakar diperkirakan mencapai 20 hingga 30 hektare.

Sejumlah hutan yang terbakar dan berhasil dipadamkan Satgas Karhutla Raja Ampat. Dok. Istimewa/ Satgas Karhutla RA.

Operasi pemadaman di lokasi tersebut juga menghadapi kendala teknis. Mesin alkom yang digunakan untuk memompa air sempat mengalami gangguan karena busi tidak berfungsi dengan baik. Petugas kemudian mencari sumber air terdekat dan menggunakan sistem estafet untuk mengalirkan air ke titik api.

Baca Juga  Pemprov Papua Barat Daya Dorong Pelaku IKM OAP Raja Ampat Masuk SIINas, Perluas Akses Pembiayaan dan Pasar

Sebelumnya, dalam patroli malam, petugas BPBD juga menemukan sejumlah pemuda yang diduga sengaja menyalakan api untuk membakar tumpukan kayu di sekitar jembatan Perumahan Moko, Kelurahan Bonkawir, Waisai. Petugas langsung melakukan pencegahan dan pemadaman.

Guntur menegaskan penanganan karhutla dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur. Tim gabungan juga terus melakukan pemantauan dan penelusuran untuk memastikan titik api telah terkendali.

“Penanganan dilakukan secara terpadu. Kami terus memantau lokasi dan memastikan api yang sudah dipadamkan tidak kembali menyala atau meluas ke kawasan lain,” ujarnya.