Yospan Tak Sekadar Tarian, Pemkab Raja Ampat Dorong Generasi Muda Jaga Budaya Papua

RAJA AMPAT — Pelestarian budaya Papua kembali mendapat ruang di Kabupaten Raja Ampat melalui lomba Yospan yang digelar Dewan Kesenian Raja Ampat di Gedung Olahraga Waisai, Jumat (28/8/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mempertahankan kesenian tradisional Papua di tengah perkembangan zaman.

Wakil Bupati Raja Ampat, Mansur Syahdan, mengatakan Yospan memiliki nilai budaya yang lebih luas daripada sekadar tarian pergaulan. Kesenian tersebut merepresentasikan kebersamaan, kegembiraan, semangat gotong royong, serta jati diri masyarakat Papua yang diwariskan secara turun-temurun.

Menurut Mansur, pelaksanaan lomba menjadi salah satu cara untuk mendekatkan budaya tradisional kepada generasi muda. Melalui keterlibatan mereka dalam kegiatan seni, nilai-nilai budaya diharapkan tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan sosial serta arus globalisasi.

“Sebagai daerah yang kaya akan keindahan alam bahari, Raja Ampat juga memiliki kekayaan budaya yang tidak kalah istimewa. Keduanya harus berjalan beriringan,” kata Mansur.

Ia menilai kekayaan budaya dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat daya tarik pariwisata Raja Ampat. Wisatawan yang datang tidak hanya dapat menikmati keindahan alam dan bawah laut, tetapi juga mengenal seni serta tradisi masyarakat setempat, termasuk Yospan yang dinilai enerjik dan sarat makna.

Karena itu, pelestarian budaya menurutnya perlu ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan daerah, terutama dalam membangun identitas masyarakat sekaligus memperkuat potensi pariwisata berbasis budaya.

Dalam kegiatan tersebut, Mansur juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang mendukung penyelenggaraan lomba, di antaranya KNPI, Bank Papua, Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BNI. Dukungan tersebut dinilai turut membuka ruang bagi kegiatan seni dan kebudayaan untuk terus berlangsung di Raja Ampat.

Baca Juga  Paripurna LKPJ: Bupati Orideko Paparkan Capaian dan Evaluasi APBD 2024

Ia meminta para peserta menjadikan perlombaan bukan semata-mata sebagai upaya meraih juara, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun kebersamaan dan mempererat persaudaraan.

“Bertandinglah dengan penuh semangat, sportivitas, dan kegembiraan. Jadikan ajang ini sebagai wadah silaturahmi dan mempererat persaudaraan di antara kita,” ujarnya.

Sementara kepada dewan juri, Mansur meminta proses penilaian dilakukan secara objektif dan adil sehingga hasil perlombaan dapat mencerminkan kualitas penampilan serta dedikasi masing-masing peserta.

Dengan mengusung tema “Mengangkat Budaya” dan subtema “Bergerak, Berkarya dan Melestarikan Budaya Papua”, lomba Yospan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga keberadaan seni budaya Papua di Raja Ampat.