Klasina Rumbekwan: Revalidasi Raja Ampat UGGp Harus Jadi Momentum Perkuat Peran Masyarakat Adat

RAJA AMPAT— Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Klasina Rumbekwan, menegaskan bahwa proses revalidasi Raja Ampat UNESCO Global Geopark (UGGp) bukan sekadar penilaian status, melainkan momentum penting untuk memperkuat keterlibatan masyarakat lokal dalam menjaga dan mengelola kekayaan alam serta budaya daerah.

Hal tersebut disampaikannya kepada awak media dalam rangkaian kunjungan Tim Evaluator Revalidasi Raja Ampat UNESCO Global Geopark (UGGp) di Kantor Bupati Raja Ampat, Selasa (18/8/2026).

Menurut Klasina, posisi Raja Ampat yang saat ini masih berada pada status green card menjadi capaian yang harus dipertahankan bersama melalui kerja kolaboratif seluruh pemangku kepentingan.

“Posisi Raja Ampat sekarang green card. Melalui evaluasi ini kami berharap, bersama mitra dan pemerintah daerah, Geopark Raja Ampat tetap mendapat green card,” ujarnya.

Ia menjelaskan, evaluasi tahun ini menjadi lanjutan dari penilaian sebelumnya pada 2023, di mana tim evaluator akan melihat perkembangan pengelolaan geopark selama tiga tahun terakhir. Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah penambahan geosite serta penguatan program pengelolaan kawasan berbasis konservasi dan edukasi.

Selain itu, Klasina menekankan bahwa aspek kolaborasi juga menjadi poin penting dalam penilaian, termasuk kerja sama dengan perguruan tinggi, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), serta mitra geopark di tingkat nasional maupun internasional.

“Evaluator juga akan melihat bagaimana kolaborasi yang sudah dibangun, baik dengan perguruan tinggi, BLUD, maupun jejaring geopark di dalam dan luar negeri,” jelasnya.

Ia mencontohkan kerja sama yang telah terjalin dengan Lenggong Geopark di Malaysia, yang diwujudkan melalui berbagai kegiatan bersama seperti Geofest, pre-Geofest di Raja Ampat, hingga post-Geofest di Toba Caldera dan Malaysia.

Namun demikian, Klasina menegaskan bahwa inti dari seluruh pengembangan tersebut tetap bermuara pada keterlibatan masyarakat lokal.

Baca Juga  Kadis Pertanian Launching Aksi Perubahan “Kampung Pangan” untuk Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

“Yang paling penting dari semua ini adalah bagaimana masyarakat lokal benar-benar terlibat dalam menjaga kelestarian geopark itu sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, keberlanjutan Raja Ampat sebagai UNESCO Global Geopark tidak hanya ditentukan oleh jumlah geosite atau program yang dijalankan, tetapi juga oleh sejauh mana masyarakat adat menjadi pelaku utama dalam menjaga sekaligus merasakan manfaat dari pengelolaan kawasan tersebut.

Revalidasi Raja Ampat UGGp tahun ini diharapkan menjadi penguat komitmen bersama antara pemerintah daerah, masyarakat adat, akademisi, pelaku pariwisata, dan mitra pembangunan dalam menjaga Raja Ampat sebagai salah satu kawasan warisan alam dan budaya penting di dunia.