SORONG — Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya terus memperkuat sinergi dengan perbankan untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya Orang Asli Papua (OAP).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pertemuan strategis antara Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) Provinsi Papua Barat Daya dan manajemen PT Bank Pembangunan Daerah Papua (Bank Papua) di Kantor Dinas KUKM Perindag PBD, Sorong.
Pertemuan ini membahas optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai salah satu instrumen penting dalam memperkuat permodalan UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di seluruh wilayah Papua Barat Daya.
Salah satu perhatian utama dalam pembahasan adalah bagaimana memastikan pelaku UMKM, termasuk yang berada di wilayah terpencil dan pelosok, dapat memperoleh akses pembiayaan secara lebih mudah, cepat, dan sesuai dengan karakteristik usaha mereka.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mendorong penyederhanaan akses permodalan sehingga pelaku UMKM tidak menghadapi kendala administratif yang berlebihan dalam mengajukan pembiayaan KUR.
Selain itu, Dinas KUKM Perindag PBD akan memperkuat program “UMKM Siap Bankable” melalui pembinaan dan pendampingan kepada pelaku usaha. Pembinaan tersebut mencakup pemenuhan legalitas usaha, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB), penataan administrasi serta penyusunan laporan keuangan sederhana.
Langkah ini dinilai penting agar pelaku UMKM memiliki kesiapan yang lebih baik ketika mengakses pembiayaan perbankan.
Kolaborasi tersebut juga tidak berhenti pada penyaluran kredit. Bank Papua diharapkan memberikan edukasi literasi keuangan serta pendampingan kepada pelaku usaha setelah memperoleh pembiayaan, sehingga dana yang diterima dapat dikelola secara produktif dan mampu mendorong perkembangan usaha.
Plt. Kepala Dinas KUKM Perindag Provinsi Papua Barat Daya, Sellvyana Sangkek, menyampaikan apresiasi atas respons positif Bank Papua dalam mendukung pemberdayaan UMKM di daerah.
“Kami berterima kasih kepada Bank Papua atas sinergi ini. Harapannya, semakin banyak UMKM OAP di Papua Barat Daya yang dapat mengakses KUR dengan bunga yang ringan, sehingga mereka mampu menambah modal kerja, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperluas jangkauan pasar,” ujarnya.
Sementara itu, Bank Papua menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan ekonomi di Papua Barat Daya melalui produk pembiayaan yang inklusif dan disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan pelaku usaha lokal.
Sinergi pemerintah daerah dan perbankan ini diharapkan mampu memperkuat sektor riil, meningkatkan produktivitas UMKM, membuka peluang usaha dan lapangan kerja, serta pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengurangan angka kemiskinan di Papua Barat Daya.
Sebagai langkah lanjutan, Dinas KUKM Perindag PBD dan Bank Papua akan mendorong pembentukan tim teknis gabungan. Tim tersebut nantinya diharapkan dapat melakukan sosialisasi dan pendampingan secara langsung ke sentra-sentra UMKM di berbagai kabupaten dan kota di Papua Barat Daya.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah menargetkan semakin banyak pelaku UMKM, khususnya OAP, yang tidak hanya mampu memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.












