RAJA AMPAT – Sanggar Seni dan Budaya Mbilinkayam merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 di Galeri Budaya Bin Soren, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Sabtu.(14/8/2026).
Perayaan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian seni dan budaya Papua sekaligus mendorong generasi muda agar terus berkarya di tengah perkembangan zaman.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kebudayaan, Ati Rumadaul, yang hadir mewakili Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam. Ati Rumadaul sekaligus membacakan sambutan Bupati pada peringatan HUT ke-12 Sanggar Seni dan Budaya Mbilinkayam.
Dalam sambutannya, Bupati Orideko menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota Sanggar Seni dan Budaya Mbilinkayam yang selama 12 tahun telah berkontribusi menjaga dan mengembangkan seni budaya Papua di Kabupaten Raja Ampat.
Menurutnya, perjalanan 12 tahun bukanlah waktu yang singkat. Selama periode tersebut, Sanggar Mbilinkayam dinilai telah konsisten menjaga keberlangsungan budaya Papua melalui berbagai kegiatan seni, mulai dari tarian, musik tradisional hingga atraksi budaya yang mengangkat nilai-nilai dan martabat leluhur.
“Dua belas tahun bukanlah waktu yang singkat. Selama itu pula, Sanggar Mbilinkayam telah setia menjaga nyala api budaya Papua di tanah Raja Ampat melalui tarian, musik, dan atraksi yang mengangkat martabat leluhur kita,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya yang dibacakan Ati Rumadaul.

Bupati juga menyoroti tema yang diusung dalam perayaan HUT ke-12, yakni “Mbilinkayam Berkarya, Budaya Hidup Papua Berdaya, dan Indonesia Maju.” Menurutnya, tema tersebut memiliki pesan penting bahwa budaya tidak hanya merupakan warisan masa lalu yang sekadar dikenang, tetapi juga menjadi kekuatan yang harus terus dikembangkan agar mampu beradaptasi dan memiliki daya saing di tengah perubahan zaman.
“Budaya bukan sekadar warisan untuk dikenang, melainkan kekuatan hidup yang harus terus berkarya dan berdaya saing, seiring dengan kemajuan zaman,” katanya.
Bupati Raja Ampat juga memberikan apresiasi kepada seluruh sanggar seni yang ada di Raja Ampat, khususnya Sanggar Mbilinkayam, karena dinilai memiliki peran penting dalam membina generasi muda agar tetap mencintai seni dan budaya tradisional Papua.
Ia menilai keberadaan sanggar seni menjadi bagian penting dalam mempertahankan identitas daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Papua kepada masyarakat luas, termasuk dunia internasional.
“Para pelaku seni adalah penjaga identitas dan sekaligus duta yang memperkenalkan keindahan budaya Papua kepada dunia luar,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Orideko secara khusus mengajak generasi muda, para pelajar, penari dan pemusik tradisional untuk menjadikan budaya sebagai sumber kebanggaan. Ia meminta anak-anak muda Raja Ampat tidak malu menunjukkan identitas budaya Papua di berbagai ruang, termasuk di panggung digital.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial seharusnya dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan budaya lokal kepada khalayak yang lebih luas.
“Jadikan budaya sebagai kebanggaan, bukan beban. Teruslah berlatih, teruslah berkarya, dan jangan pernah malu menampilkan identitas Papua di panggung mana pun, bahkan hingga panggung digital,” pesannya.
Ia menilai kehadiran kompetisi TikTok dan pertunjukan tari dalam rangkaian kegiatan HUT Mbilinkayam menjadi salah satu contoh bahwa budaya tradisional dapat berjalan beriringan dengan kreativitas generasi muda.
“Ini adalah bukti bahwa budaya tradisional dan semangat kreativitas anak muda dapat berjalan beriringan,” lanjutnya.
Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, kata Bupati, berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian budaya, pemberdayaan sanggar-sanggar seni serta penguatan ekonomi kreatif yang berbasis budaya lokal.
Komitmen tersebut diharapkan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan kesenian, tetapi juga melalui program yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Bupati turut mengapresiasi rangkaian kegiatan pendukung dalam perayaan HUT Mbilinkayam, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, stan UMKM dan kuliner tradisional.

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian seni dan budaya dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Bupati Raja Ampat juga menyampaikan terima kasih kepada para sponsor dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan HUT ke-12 Sanggar Seni dan Budaya Mbilinkayam.
Ia menilai dukungan dunia usaha, pemerintah dan masyarakat merupakan bentuk sinergi penting dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal.
“Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat seperti inilah yang akan membawa Raja Ampat semakin maju tanpa kehilangan jati diri,” tegasnya.
Perayaan HUT ke-12 Sanggar Seni dan Budaya Mbilinkayam turut dihadiri berbagai unsur, di antaranya staf ahli Bupati dan, perwakilan PT Gag Nikel, Anggota MRP Papua Barat Daya, perwakilan Polres Raja Ampat, Perwakilan Kodim 1805 Raja Ampat, Ketua KNPI Raja Ampat, pengurus Sanggar Seni dan Budaya Mbilinkayam, Dewan Kesenian, para ketua sanggar seni se-Kota Waisai, mitra pembangunan, BLUD, resort, pelaku UMKM, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perempuan, para pelajar serta peserta lomba.

Menutup sambutan, Bupati Orideko menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-12 kepada Sanggar Seni dan Budaya Mbilinkayam. Ia berharap momentum tersebut dapat menjadi titik penguatan bagi para pelaku seni untuk terus menjaga warisan budaya Papua, mempererat persatuan dan memberikan inspirasi kepada generasi muda Raja Ampat.
“Selamat Ulang Tahun ke-12 kepada Sanggar Seni dan Budaya Mbilinkayam. Mari kita jadikan momentum ini sebagai ajang untuk melestarikan budaya, merajut persatuan, dan menginspirasi generasi muda Raja Ampat,” pungkasnya.












