23 Tahun YPPK, Bupati Raja Ampat Dorong Inovasi Pendidikan dan Penguatan SDM

RAJA AMPAT— Memasuki usia 23 tahun, Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Keuskupan Manokwari-Sorong didorong untuk terus berinovasi dan kreatif dalam memperkuat pelayanan pendidikan serta menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas di Raja Ampat.

Dorongan tersebut disampaikan Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, saat menghadiri syukuran HUT ke-23 YPPK Keuskupan Manokwari-Sorong yang dipusatkan di SD Santa Maria Regina Waisai, Raja Ampat, Sabtu (22/8/2026).

Bupati mengatakan, usia 23 tahun bukan lagi usia anak-anak. Karena itu, momentum tersebut harus menjadi titik penting bagi YPPK untuk semakin matang dalam mengembangkan lembaga pendidikan, menghadirkan inovasi, serta menjawab kebutuhan pendidikan yang terus berkembang.

“Usia 23 tahun bukan lagi muda tetapi sudah menginjak dewasa. Oleh karena itu, yayasan harus terus berinovasi dan kreatif dalam melaksanakan pendidikan,” ujar Bupati.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat saat ini terus melakukan pembenahan tata kelola pendidikan, termasuk melalui pendataan yang lebih baik terhadap sekolah, guru, dan peserta didik. Langkah tersebut dinilai penting agar kebutuhan tenaga pendidik dapat dipetakan secara tepat dan tidak terjadi kekosongan guru maupun siswa pada sekolah-sekolah tertentu.

Bupati menegaskan, sekolah swasta, termasuk sekolah yang dikelola yayasan, merupakan bagian penting dari ekosistem pendidikan di Raja Ampat. Karena itu, keberadaannya harus diperkuat melalui koordinasi dan perencanaan yang lebih baik antara pemerintah dan lembaga pendidikan.

“Kita mulai dari pendataan. Mana yang menjadi tanggung jawab pemerintah dan mana yang menjadi bagian sekolah swasta. Jangan sampai ada sekolah yang kekurangan guru atau siswa, sementara di tempat lain terjadi penumpukan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menekankan pentingnya memastikan anak-anak Raja Ampat dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Ia mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan kebijakan dan dukungan pembiayaan pendidikan bagi anak-anak daerah, termasuk bantuan biaya semester dan kebutuhan pendidikan lainnya dengan persyaratan tertentu.

Menurutnya, bantuan pendidikan tidak boleh dimaknai sebagai pembiayaan tanpa batas. Pemerintah juga akan menetapkan standar akademik dan jangka waktu agar penerima bantuan benar-benar serius menyelesaikan pendidikan.

Baca Juga  Berangkat dari Kisah Bulus, Dian Nafi Kobarkan Semangat Siswa SDN 2 Tlogoweru untuk Melanjutkan Pendidikan

“Anak-anak kita tidak boleh kuliah hanya bermain-main karena mendapatkan bantuan pemerintah. Kalau pemerintah sudah membantu, maka harus kuliah dengan sungguh-sungguh, memenuhi standar nilai dan menyelesaikan pendidikan sesuai jangka waktu,” tegasnya.

Bupati menilai kebijakan tersebut penting agar anggaran pendidikan benar-benar menghasilkan lulusan yang berkualitas dan kemudian kembali memberikan kontribusi bagi pembangunan Raja Ampat.

Ia berharap semakin banyak anak-anak Raja Ampat yang mampu menempuh pendidikan tinggi dan pada akhirnya mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Bupati juga mengaitkan penguatan pendidikan dengan potensi Raja Ampat sebagai salah satu destinasi wisata dunia.

Menurutnya, kemampuan berbahasa Inggris perlu mulai diperkenalkan sejak pendidikan dasar. Pemerintah daerah, kata dia, tengah menjajaki program pembelajaran bahasa Inggris yang dapat diterapkan secara bertahap bagi siswa sekolah dasar.

“Mulai dari kelas tiga sampai kelas enam, kita ingin anak-anak sudah mendapatkan pembelajaran bahasa Inggris. Ini penting karena Raja Ampat adalah daerah wisata yang dikenal dunia,” ujarnya.

Menurut Bupati, kemampuan bahasa asing akan menjadi bekal penting bagi generasi muda ketika mereka berhadapan langsung dengan wisatawan dari berbagai negara.

Pendidikan, lanjutnya, tidak cukup hanya menghasilkan anak-anak yang mampu menyelesaikan sekolah, tetapi harus membekali mereka dengan keterampilan yang relevan dengan potensi daerah. Sekolah Diajak Jaga Kebersihan Lingkungan

Pada momentum HUT YPPK tersebut, Bupati juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan sekolah yang mendorong kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Ia mengajak seluruh satuan pendidikan di Raja Ampat menjadi bagian dari gerakan menjaga kebersihan, terutama di kawasan perkotaan Waisai dan lingkungan yang menjadi jalur aktivitas wisatawan.

Bupati menegaskan, citra Raja Ampat sebagai destinasi wisata dunia harus didukung oleh kondisi lingkungan yang bersih dan masyarakat yang ramah.

“Raja Ampat dikenal sebagai salah satu destinasi wisata dunia. Jangan sampai wisatawan datang dan kecewa karena melihat lingkungan yang kotor. Karena itu, kebersihan harus menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Menurutnya, lingkungan yang bersih bukan hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap ekonomi masyarakat. Ketika wisatawan merasa nyaman, maka peluang ekonomi masyarakat lokal akan semakin terbuka.

Baca Juga  Tokoh KKSS Ajak Warga Galang Donasi untuk Korban Kebakaran di Waisai

Sementara itu, Ketua Yayasan YPPK Keuskupan Manokwari-Sorong yang diwakili Pastor Paroki Sta. Maria Bintang Laut, Pastor Martin Hombahomba, Pr., mengatakan, perjalanan pendidikan Katolik di Papua tidak dapat dipisahkan dari sejarah kehadiran Gereja Katolik.

Ia menjelaskan, sejak awal kehadirannya, Gereja Katolik membawa tiga misi utama, yakni pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ketiga bidang tersebut, menurutnya, merupakan bentuk konkret dari penghayatan iman yang harus diwujudkan dalam kehidupan sosial.

“Ketika para misionaris datang, mereka tidak hanya hadir sebagai pelayan iman. Mereka juga berperan sebagai guru, tenaga kesehatan, bahkan membantu masyarakat dalam bidang ekonomi,” jelasnya.

Dalam bidang pendidikan, para misionaris pada masa awal turut mengambil peran sebagai tenaga pengajar ketika tenaga guru masih sangat terbatas. Dari proses panjang tersebut kemudian berkembang lembaga-lembaga pendidikan Katolik yang kini menjadi bagian dari sistem pendidikan formal.

Pastor Martin menegaskan, kehadiran YPPK bukan untuk menjadi pesaing pemerintah, melainkan menjadi mitra dalam membantu negara memastikan setiap anak memperoleh pendidikan yang layak.

“YPPK hadir bukan sebagai pesaing dalam dunia pendidikan, tetapi membantu negara agar anak-anak dan generasi muda mendapatkan pendidikan yang layak,” katanya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Raja Ampat yang selama ini memberikan dukungan terhadap keberlangsungan sekolah-sekolah Katolik di wilayah tersebut.

Menurutnya, dukungan pemerintah sangat penting agar lembaga pendidikan dapat terus bertahan dan meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan bagi generasi muda Raja Ampat.

Pastor Martin juga menyampaikan kebutuhan untuk mengembangkan jenjang pendidikan YPPK di Raja Ampat, khususnya hingga tingkat sekolah menengah atas.

Menurutnya, pengembangan jenjang pendidikan tersebut penting agar anak-anak Raja Ampat tidak berhenti pada jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama, tetapi memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan di lingkungan pendidikan yang berkelanjutan.

Ia berharap dukungan pemerintah dapat terus diberikan untuk mewujudkan pengembangan tersebut.

“Harapan kami, ada satu tingkatan SLTA atau SMA di bawah Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik khusus di Raja Ampat,” ungkapnya.

Baca Juga  Reses II DPRK Raja Ampat, Pendidikan dan Kesehatan Jadi Aspirasi Utama Warga Mutus

Ia menilai, pendidikan yang kuat akan menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga potensi lokal Raja Ampat sekaligus menyiapkan generasi muda yang mampu mengelola kekayaan daerah secara bertanggung jawab.

Pastor Martin juga menyampaikan terima kasih kepada para pendidik dan seluruh pihak yang selama ini telah memberikan perhatian terhadap pendidikan anak-anak Raja Ampat.

Ia berharap momentum 23 tahun YPPK tidak hanya menjadi perayaan, tetapi menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen bersama membangun pendidikan yang berkualitas.

“Semoga pendidikan tetap berkembang dan mampu melahirkan generasi bangsa yang menjadi pilar masa depan yang kokoh dan tangguh,” pungkasnya.

Syukuran HUT ke-23 YPPK Keuskupan Manokwari-Sorong tersebut dihadiri Kepala BKPSDM Raja Ampat Richardo Umkeketony, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan Aristoteles Rumbewas, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Raja Ampat Nikson Miosido, serta Kepala Kesbangpol Raja Ampat Apolos Bedes.

Turut hadir ketua dan pengurus komite sekolah, para orang tua murid, pemerhati pendidikan, para pendidik, serta siswa-siswi SD Santa Maria Regina Waisai.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa peringatan 23 tahun YPPK bukan sekadar momentum syukuran, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, Gereja, orang tua, dan masyarakat dalam memastikan pendidikan di Raja Ampat terus bertumbuh dan mampu melahirkan generasi yang berkualitas.