Gubernur PBD Tinjau Korban Dugaan Keracunan MBG di Raja Ampat, Operasional Dapur Dihentikan Sementara

Ket: Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos didampingi Ketua TP PKK Papua Barat Daya, Ny. Orpa Susana Kambu, S.Pd menemui salah satu pasien keracunan yang diduga karena MBG di RSUD Raja Ampat, Selasa, (2/12/2025)/Foto: Agustinus Guntur
Ket: Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos didampingi Ketua TP PKK Papua Barat Daya, Ny. Orpa Susana Kambu, S.Pd menemui salah satu pasien keracunan yang diduga karena MBG di RSUD Raja Ampat, Selasa, (2/12/2025)/Foto: Agustinus Guntur
banner 120x600

Waisai, RajaAmpatNews — Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos., melakukan kunjungan langsung ke Kabupaten Raja Ampat untuk memastikan kondisi para siswa yang diduga mengalami keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peninjauan dilakukan pada Selasa (2/11/2025) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ampat.

Gubernur tiba di Waisai menggunakan speed boat dan langsung menuju RSUD didampingi Ketua TP PKK Papua Barat Daya, Ny. Orpa Susana Kambu, S.Pd., Kapolda Papua Barat Daya Gatot Haribowo, S.I.K., M.A.P., serta Danrem Brigjen TNI Slamet Riadi, S.I.P. Setelah memastikan kondisi para siswa, rombongan melanjutkan peninjauan ke dapur 1 MBG di Kompleks Perumahan 10.

Elisa Kambu memastikan seluruh siswa dalam kondisi stabil dan telah mendapat penanganan medis.

“Puji Tuhan, semua siswa mendapat penanganan yang baik dan tidak ada yang dalam kondisi fatal,” ujarnya.

Ia juga memeriksa kondisi dapur MBG, termasuk logistik, penyimpanan bahan makanan, dan proses pelayanan.

“Pemeriksaan ini masih sebatas kasat mata, belum masuk audit detail,” jelasnya.

Gubernur menegaskan bahwa persoalan ini akan segera menjadi perhatian pemerintah pusat. Sambil menunggu instruksi resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN), operasional dapur MBG untuk sementara dihentikan.

Ket: Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos (kiri) dan Kapolda Papua Barat Daya Gatot Haribowo, S.I.K., M.A.P (Tengah) dan serta Danrem Brigjen TNI Slamet Riadi, S.I.P  (kanan) memberi keterangan pers terkait keracunan yang diduga karena MBG di RSUD Raja Ampat, Selasa, (2/12/2025)/Foto: Agustinus Guntur

“Dapur ini kita istirahatkan sementara, kemungkinan satu sampai dua hari. Setelah itu baru diputuskan apakah dilakukan audit menyeluruh atau langkah lain sesuai SOP,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kasus ini bersifat insidental dan juga terjadi di beberapa daerah lain di Indonesia.

“Ini bukan masalah sistem. Ini masalah teknis yang akan kita evaluasi. Program ini kebijakan Presiden yang sangat baik dan harus tetap berjalan,” ungkapnya.

Menurut Gubernur, penerima manfaat MBG di Raja Ampat berjumlah lebih dari 2.000 siswa, sementara yang terdampak insiden ini berada di bawah 100 orang.

Ket: Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos berbincang dengan salah satu pasien keracunan yang diduga karena MBG di RSUD Raja Ampat, Selasa, (2/12/2025)/Foto: Agustinus Guntur

Sebagaimana Diwartakan Sebelumnya insiden dugaan keracunan makanan terjadi pada Senin (1/12/2025), setelah sejumlah siswa mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan di sekolah. Data terbaru dari sebagaimana yang dilaporkan Direktus RSUD Raja Ampat, Meidi Maspaitella, semalam (1/12/2025), menunjukkan jumlah korban mencapai 72 pasien, dengan sebaran sebagai berikut:

  • SD YPK – 30 orang
  • SMK Bukit Zaitun – 5 orang
  • SMP YPK Alfa Omega – 21 orang
  • MTs LIM – 2 orang
  • SD Negeri 29 – 9 orang
  • SMP 14 – 1 orang
  • Pekerja SMK Bukit Zaitun – 3 orang
  • Anak keluarga guru SMK YPK Alfa Omega – 1 orang

Seluruh korban telah mendapatkan perawatan di RSUD Raja Ampat.

Peristiwa ini langsung mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Raja Ampat. Wakil Bupati Raja Ampat, Mansyur Syahdan, bersama pimpinan dan anggota DPRK Raja Ampat, turun langsung ke RSUD untuk memastikan penanganan berjalan maksimal.

Wakil Bupati menyampaikan ketersediaan obat-obatan dan cairan infus masih mencukupi.

“Stok obat-obatan dan infus masih sekitar dua ribuan. Mudah-mudahan tidak semua harus dirawat. Kalau semua datang, itu sudah masuk kondisi darurat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan bersama pengelola dapur MBG (vendor) demi memastikan penyebab kejadian.

“Kita pastikan persoalannya ada di mana, supaya tidak terulang lagi,” tegasnya.

Saat tim Pemkab meninjau dapur MBG, pihak pengelola tidak berada di lokasi sehingga belum dapat dimintai keterangan.

Pemkab Raja Ampat masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari RSUD dan kepolisian sebelum memutuskan apakah pelayanan MBG akan dilanjutkan atau dihentikan sementara.

Writer: Agustinus Guntur II Editor: Petrus Rabu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *