SORONG- PT GAG Nikel membantah tegas isu yang menyebut pimpinan perusahaan “kabur” saat hendak berdialog dengan mahasiswa dan masyarakat Pulau Gag. Perusahaan memastikan informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Melalui Office Manager PT GAG Nikel, Rudi Sumual, dijelaskan bahwa Presiden Direktur PT GAG Nikel, Syarif Faisal Alkadrie, justru hadir langsung dan berdialog tatap muka dengan warga di Balai Pertemuan Kampung Gag pada 21 April 2026.
“Kami ingin meluruskan bahwa informasi yang menyebutkan pimpinan kabur itu tidak benar. Pimpinan utama hadir dan berdialog langsung dengan masyarakat,” ujar Rudi saat dikonfirmasi, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, perusahaan membuka ruang komunikasi secara luas dan berkelanjutan. Dialog tidak berhenti pada satu pertemuan, tetapi dilanjutkan kembali pada 22 April 2026 guna memastikan seluruh aspirasi masyarakat dapat didengar secara menyeluruh.
Terkait kabar keberangkatan rombongan yang memicu spekulasi, Rudi mengakui memang ada sejumlah pihak yang meninggalkan Pulau Gag menuju Sorong pada sore hari. Namun, ia menegaskan bahwa rombongan tersebut bukan pimpinan utama perusahaan.
Keberangkatan dilakukan karena keterbatasan waktu operasional penerbangan di Bandara Sorong yang tidak melayani penerbangan pada sore hingga malam hari.
“Yang berangkat adalah tamu-tamu, sementara Bapak Syarif Faisal Alkadrie tetap berada di lokasi dan tidak ikut dalam rombongan tersebut,” jelasnya.
Rudi juga mengakui sempat terjadi dinamika di tengah masyarakat yang dipicu oleh miskomunikasi. Namun, situasi tersebut kini telah mereda setelah dilakukan pendekatan dialogis dan persuasif oleh perusahaan.
Lebih lanjut, ia memastikan seluruh aspirasi mahasiswa dan masyarakat telah diterima langsung oleh manajemen. Salah satu tuntutan yang disampaikan, yakni program beasiswa, kini tengah dalam tahap pengkajian untuk ditindaklanjuti.
PT GAG Nikel menegaskan komitmennya untuk menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat di wilayah operasional serta menyelesaikan setiap persoalan melalui dialog yang konstruktif.
“Kami akan terus mengedepankan komunikasi terbuka agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara bersama,” tutup Rudi.
Penulis: Doni Kumuai
Editor: Aditya Nugroho












