PDRB Raja Ampat 2025 Tembus Rp4,3 Triliun, Ekonomi Tumbuh Stabil di Tengah Perlambatan Pertumbuhan 

RAJA AMPAT – Kinerja ekonomi Kabupaten Raja Ampat pada tahun 2025 menunjukkan tren positif. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tercatat mencapai Rp4,3 triliun, menandakan aktivitas ekonomi daerah tetap berkembang meski laju pertumbuhan mengalami perlambatan.

Data tersebut dipaparkan oleh Abdillah Humam dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otsus dan RKPD Tahun 2027 di Aula Bappeda Raja Ampat, Selasa (21/4/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Bupati Raja Ampat Orideko I. Burdam, pimpinan DPRK, OPD, serta tokoh adat dan agama.

Abdillah menjelaskan, PDRB merupakan indikator utama untuk mengukur total nilai tambah dari seluruh aktivitas ekonomi di suatu daerah. Pada 2025, PDRB Raja Ampat atas dasar harga berlaku mencapai Rp4.309,74 miliar, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp2.951,46 miliar.

Dari sisi pertumbuhan, ekonomi Raja Ampat tercatat tumbuh sebesar 2,50 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode 2021–2022 yang sempat melampaui 11 persen. Namun demikian, kondisi tersebut bukan menunjukkan penurunan ekonomi, melainkan perlambatan laju pertumbuhan.

“Ekonomi tetap tumbuh positif. Yang terjadi adalah perlambatan, bukan kontraksi,” jelas Abdillah.

Secara triwulanan, aktivitas ekonomi relatif stabil di kisaran Rp1 triliun. Pada triwulan I mencapai Rp1.082,61 miliar, triwulan II Rp1.066,84 miliar, triwulan III Rp1.057,81 miliar, dan triwulan IV menjadi yang tertinggi sebesar Rp1.102,48 miliar. Tingginya capaian pada akhir tahun didorong oleh penyelesaian proyek konstruksi, peningkatan belanja pemerintah, aktivitas pariwisata, serta momentum perayaan Natal dan Tahun Baru.

Dari struktur ekonomi, sektor pertambangan dan penggalian menjadi kontributor terbesar dengan porsi 36,18 persen. Disusul sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 24,93 persen, serta sektor administrasi pemerintahan sebesar 16,17 persen. Sektor konstruksi juga memberi kontribusi signifikan sebesar 11,15 persen.

Baca Juga  KPU Tetapkan Hasan - Yoris Lolos Bakal Calon Pilbub Raja Ampat 2024 jalur Perseorangan

Sementara itu, dari sisi pertumbuhan sektoral, sektor administrasi pemerintahan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 7,02 persen, diikuti sektor konstruksi sebesar 3,43 persen. Beberapa sektor lain juga menunjukkan kinerja positif, seperti jasa pendidikan yang tumbuh 10,30 persen serta pengelolaan air dan sampah sebesar 9,36 persen, mencerminkan peningkatan layanan dasar dan pembangunan sosial.

Pada aspek ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2025 berada di angka 4,48 persen, sedikit meningkat dibandingkan 4,39 persen pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah penduduk usia kerja yang masuk ke dalam angkatan kerja.

Di sisi lain, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) justru mengalami peningkatan dari 63,83 persen pada 2024 menjadi 64,97 persen pada 2025. Hal ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam aktivitas ekonomi.

Secara keseluruhan, kinerja ekonomi Raja Ampat tetap berada di jalur positif dan stabil. Tantangan ke depan adalah menjaga momentum pertumbuhan dengan memperkuat sektor-sektor produktif, sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi mampu membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Writer: Aditya ll Edtor: Aditya