RAJA AMPAT, – Pemerintah Kabupaten Raja Ampat resmi menutup Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, yang digelar selama tiga hari di Aula Bappeda Kantor Bupati Raja Ampat, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Peningkatan SDM yang cerdas dan sehat, penyediaan infrastruktur dasar dan tata kelola yang lebih kolaboratif untuk percepatan integrasi sektor pariwisata dengan sektor primer secara berkelanjutan.”
Penutupan Musrenbang dihadiri langsung oleh Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam, Wakil Bupati Mansyur Syahdan, Sekretaris Daerah Yusuf Salim, unsur Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para pemangku kepentingan pembangunan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Orideko menegaskan bahwa seluruh rangkaian Musrenbang yang telah dilaksanakan sejak pembukaan hingga penutupan merupakan proses yang tidak ringan, namun dijalani dengan penuh kesungguhan oleh seluruh peserta.
“Musyawarah yang telah kita laksanakan selama tiga hari ini bertujuan menghasilkan kesepakatan dan komitmen bersama terhadap program dan kegiatan prioritas yang akan dimuat dalam RKPD Kabupaten Raja Ampat Tahun 2027,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, dalam forum tersebut telah dibahas sebanyak 224 program, 426 kegiatan, dan 929 sub kegiatan yang diselaraskan dengan tema pembangunan daerah tahun 2027. Hasil pembahasan ini selanjutnya akan menjadi pedoman dalam penyusunan RKPD serta Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) bersama DPRD.

Namun demikian, Bupati mengingatkan bahwa keterbatasan kapasitas fiskal daerah menjadi tantangan tersendiri, sehingga tidak seluruh usulan program dapat diakomodasi.
“Hanya program yang benar-benar prioritas dan mampu menjawab isu strategis daerah yang akan dimasukkan dalam RKPD Tahun 2027,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati Orideko memberikan sejumlah arahan penting kepada seluruh OPD sebagai tindak lanjut hasil Musrenbang. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi program secara vertikal, mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional, agar sejalan dengan kebijakan pembangunan yang berlaku.
Selain itu, ia juga menekankan bahwa setiap program harus memiliki dampak nyata dan terukur, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan dan kesehatan, transformasi digital, penguatan infrastruktur dasar, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya Orang Asli Papua.

“Perencanaan yang kita hasilkan ini adalah komitmen kolektif yang harus kita kawal bersama, agar pembangunan berjalan tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu,” tambahnya.
Di akhir sambutan, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, narasumber, dan peserta Musrenbang yang telah berkontribusi selama tiga hari pelaksanaan.
“Komitmen kita bersama ini adalah bukti kecintaan terhadap Raja Ampat. Mari kita kawal dan implementasikan setiap hasil kesepakatan demi mewujudkan visi ‘Raja Ampat Bangkit dan Produktif Menuju Masyarakat Sejahtera’,” tutupnya.












