Semarak Hardiknas 2026 di Raja Ampat, Dinas Pendidikan Gaungkan Semangat Kolaborasi dan Penguatan SDM Pelajar

RAJA AMPAT – Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei, Dinas Pendidikan Kabupaten Raja Ampat menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan guru dan siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali semangat kebersamaan dan gairah dunia pendidikan di daerah kepulauan tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Raja Ampat, Herman Frans Soor, dalam wawancara bersama RajaAmpatNews, Di halaman kantor bupati, Jumat 24/4/2026. menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Raja Ampat, serta para kepala sekolah.

KET: Kepala Dinas pendidikan kabupaten Raja Ampat: Herman Frans Soor, S.Pd.,M.Ec.Dev, seusai wawancara bersama RajaAmpatNews di halaman kantor bupati Raja Ampat Jumat, (24/4/2026.)/Foto: Agustinus Guntur/Rajaampatnews.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah memeriahkan Hardiknas 2026 sekaligus membangun kembali semangat kebersamaan di antara guru dan siswa,” ujarnya.

Beragam kegiatan digelar, mulai dari olahraga hingga pengembangan kapasitas akademik. Pada sektor olahraga, lomba bola voli campuran antar guru menjadi salah satu agenda yang paling diminati. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat hubungan antar tenaga pendidik.

Selain itu, kegiatan senam massal Senam SKJ turut melibatkan seluruh siswa dari jenjang SD, SMP, SMA hingga SMK. Herman berharap, senam ini dapat kembali dihidupkan sebagai budaya rutin di sekolah.

“Kita ingin ke depan, sebelum proses belajar dimulai, siswa melakukan senam terlebih dahulu agar lebih sehat dan siap mengikuti pelajaran,” jelasnya.

Di bidang akademik, Disdik juga menggelar lomba pidato dan debat bahasa Inggris. Kegiatan ini dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa, terutama mengingat Raja Ampat sebagai destinasi wisata kelas dunia yang membutuhkan sumber daya manusia dengan kemampuan bahasa asing.

“Kami ingin anak-anak Raja Ampat mampu berpikir kritis, kreatif, dan percaya diri, terutama dalam menggunakan bahasa Inggris,” tambah Herman.

Baca Juga  Program Magang Sertifikat Kebudayaan dan Pentingnya Bagi Pengembangan Budaya Raja Ampat

Tak hanya siswa tingkat menengah, kegiatan juga menyasar anak usia dini melalui berbagai lomba yang disesuaikan, sebagai upaya membangun fondasi pendidikan sejak dini.

Meski sebagian besar kegiatan terpusat di wilayah Kota Waisai, Dinas pendidikan tetap membuka ruang partisipasi bagi sekolah-sekolah di wilayah terpencil. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah dengan sistem pengiriman video untuk lomba pidato bahasa Inggris.

“Siswa dari daerah seperti Kampung Ayau, Misol, dan lainnya bisa merekam penampilan mereka dan mengirimkan video untuk dinilai oleh dewan juri. Ini bentuk komitmen kami agar semua anak tetap memiliki kesempatan yang sama,” jelasnya.

Ia mengakui tantangan geografis menjadi kendala utama dalam pelibatan seluruh sekolah di Raja Ampat. Namun demikian, pihaknya berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan kegiatan di masa mendatang.

Lebih dari sekadar perayaan, Herman menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi yang penting bagi seluruh insan pendidikan di Raja Ampat.

“Selama ini mereka berkutat di sekolah masing-masing. Melalui kegiatan ini, mereka bisa saling bertemu, mengenal, dan membangun ikatan yang kuat. Jika kebersamaan ini terbangun, maka upaya memajukan pendidikan di Raja Ampat akan lebih mudah,” pungkasnya.

Dengan antusiasme tinggi dari para peserta, Disdik berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah, demi menciptakan ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan berkualitas di Raja Ampat.

Writer: Agustinus Guntur