RAJA AMPAT— Pemerintah Kabupaten Raja Ampat mulai merealisasikan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Dalam Siaran pers Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Raja Ampat, Petrus Rabu, menjelaskan peletakan batu pertama pembangunan KNMP dipusatkan di Kampung Jefman Barat, Distrik Salawati Utara, Kabupaten Raja Ampat, Jumat (21/8/2026). Kegiatan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, didampingi Ketua DPRK Raja Ampat Muhammad Taufik, dan Anggota DPRP Papua Barat Daya, Jamalia Tafalas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Perwakilan Dandim 1805/Raja Ampat, Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Distrik Salawati Utara, Kepala Kampung Jefman Barat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta mitra pembangunan KNMP dari CV Papua Kreatif Mandiri.
Dalam sambutannya, Bupati Orideko menyampaikan rasa syukur karena pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Raja Ampat akhirnya mulai direalisasikan. Ia mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk memperkuat kehidupan masyarakat nelayan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kampung.

Ia menjelaskan, pada tahun 2026 Raja Ampat memperoleh pembangunan KNMP di tiga kampung, yang didukung pula oleh lima kampung penyangga, sehingga secara keseluruhan terdapat delapan kampung yang akan terhubung dengan pengembangan kawasan dan aktivitas ekonomi perikanan.
Menurutnya, keberadaan KNMP memiliki arti strategis bagi Raja Ampat sebagai daerah kepulauan dengan sebagian besar masyarakatnya menggantungkan kehidupan pada sektor kelautan dan perikanan.
“Raja Ampat ini daerah kepulauan dan masyarakat kita sebagian besar adalah nelayan. Karena itu, Raja Ampat harus mendapatkan manfaat dari pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih,” ujar Bupati.
Ia menegaskan, pembangunan perikanan di Raja Ampat tidak boleh hanya berhenti pada penyediaan sarana dan prasarana, tetapi harus mampu menciptakan rantai ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat nelayan.
Bupati juga mengaitkan program tersebut dengan komitmen Raja Ampat dalam menjaga kawasan konservasi. Menurutnya, konservasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Konservasi harus adil untuk menghidupi masyarakat, bukan untuk mematikan masyarakat. Masyarakat inilah yang selama ini menjaga konservasi,” tegasnya.
Karena itu, Bupati berharap KNMP dapat menjadi salah satu instrumen untuk mempertemukan kepentingan pelestarian lingkungan, penguatan ekonomi masyarakat, dan pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan.
Ia juga mendorong agar keberadaan koperasi nelayan nantinya mampu menjadi pusat pengelolaan hasil tangkapan masyarakat. Seluruh hasil perikanan yang diproduksi nelayan perlu didata secara baik sehingga pemerintah memiliki gambaran yang jelas mengenai potensi perikanan Raja Ampat.
“Yang kita inginkan, ikan-ikan kita ini terdata. Kita bisa melaporkan bahwa selama ini masyarakat kita ikut memberi makan daerah lain, tetapi masyarakat nelayan di sini harus mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih baik dari hasil perikanannya,” katanya.

Bupati menilai, selama ini pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran cukup besar untuk membantu masyarakat nelayan, termasuk melalui penyediaan sarana seperti motor tempel. Namun, bantuan tersebut harus benar-benar digunakan untuk meningkatkan produktivitas usaha perikanan.
“Kalau motor tempel diberikan untuk usaha perikanan, gunakan sesuai peruntukannya. Jangan digunakan untuk kepentingan lain,” tegasnya.
Ia berharap pembangunan KNMP di Jefman dan dua kampung lainnya tidak hanya menghasilkan infrastruktur fisik, tetapi menjadi titik awal perubahan tata kelola ekonomi masyarakat nelayan.
“Harapan kami, Kampung Nelayan Merah Putih ini dapat memacu pertumbuhan ekonomi di kampung-kampung sekitarnya,” ujarnya.
Peletakan batu pertama ini menjadi bagian dari pelaksanaan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di tiga kampung di Kabupaten Raja Ampat, yakni Kampung Jefman, Kampung Amdui dan Kampung Yensawai.
Pelaksanaannya merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat melalui mitra pembangunan KNMP dan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, dengan dukungan penyedia pembangunan, CV Papua Kreatif Mandiri. Program ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan kampung, khususnya bagi masyarakat nelayan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Raja Ampat, Mochammad Said Soltief, mengatakan pelaksanaan pembangunan KNMP tersebut merupakan bagian dari percepatan pembangunan dan operasionalisasi Kampung Nelayan Merah Putih sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2026.
“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas antara Pemerintah Pusat, mitra pembangunan KNMP dan Pemerintah Daerah dalam mendukung kemandirian bangsa melalui swasembada pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa atau kampung, khususnya bagi masyarakat nelayan,” ujarnya.












