DLH Raja Ampat Ajak 50 Pelajar Kampanyekan Lingkungan Lewat Video Kreatif di Festival Pesona 2026

RAJA AMPAT — Pelajar di Kabupaten Raja Ampat diajak memanfaatkan teknologi digital untuk menyebarkan pesan pelestarian lingkungan melalui lomba pembuatan konten edukasi lingkungan dalam memeriahkan Festival Pesona Raja Ampat 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat ini mendapat antusiasme dari kalangan pelajar. Hingga pelaksanaan kegiatan, jumlah pendaftar tercatat sekitar 50 peserta, baik perorangan maupun kelompok.

Lomba ini tidak sekadar menjadi ajang kreativitas, tetapi juga ruang bagi pelajar untuk belajar menyampaikan pesan lingkungan melalui konten digital yang menarik, mudah dipahami, dan dapat menjangkau masyarakat luas.

Melalui pemanfaatan gawai atau gadget, peserta didorong mengembangkan ide dan keterampilan membuat konten sekaligus mengangkat persoalan pengelolaan sampah dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan Raja Ampat.

Kepala DLH Kabupaten Raja Ampat, Adam Malik, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga pada proses pembelajaran serta pembentukan kebiasaan positif dalam menggunakan teknologi.

“Gawai yang berada di tangan pelajar cerdas dapat menjadi sarana belajar, berkarya, dan menyebarkan pesan kebaikan. Kami ingin anak-anak Raja Ampat tidak hanya menjadi pengguna media digital, tetapi juga mampu menciptakan konten yang menginspirasi, mengedukasi, dan menggerakkan orang lain untuk menjaga lingkungan,” ungkapnya.

Menurut Adam, keterlibatan pelajar dalam kampanye lingkungan melalui media digital menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan kepedulian sejak dini. Pesan tentang pengurangan sampah dan pelestarian alam diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan festival, tetapi juga menyebar melalui karya yang dipublikasikan peserta.

Konten edukasi yang dihasilkan pelajar juga berpotensi menjadi sarana penyampaian informasi kepada teman sebaya dan masyarakat, sehingga kesadaran menjaga lingkungan dapat dibangun melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda.

Baca Juga  Lomba Kebersihan Jadi Pemantik Gerakan Jaga Lingkungan di HUT ke-23 Raja Ampat, Berikut Daftar Juara

Lomba tersebut menjadi bagian dari upaya DLH dalam memperluas edukasi lingkungan, terutama di tengah tantangan pengelolaan sampah yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Sebelumnya, DLH Raja Ampat juga menampilkan produk daur ulang hasil karya kelompok binaan MACEPILA dan RARS dalam Festival Pesona Raja Ampat 2026 yang berlangsung pada 15–17 Oktober di Pantai WTC, Waisai. Berbagai produk, mulai dari tas berbahan tutup botol plastik hingga kompos dari sampah organik, diperkenalkan untuk menunjukkan bahwa sampah dapat diolah menjadi barang bermanfaat dan berpotensi memiliki nilai ekonomi.

Melalui pameran produk daur ulang dan lomba konten edukasi lingkungan, DLH berharap festival ini tidak hanya menjadi ruang promosi pariwisata, tetapi juga momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Upaya tersebut menegaskan bahwa pelestarian Raja Ampat membutuhkan lebih dari sekadar promosi keindahan alam. Partisipasi masyarakat, kreativitas generasi muda, dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan pariwisata daerah.