RAJA AMPAT– Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyambut positif pembukaan layanan penukaran mata uang asing (money changer) oleh Bank Papua di Kantor Cabang Utama Sorong dan Kantor Cabang Waisai, Kabupaten Raja Ampat. Kehadiran layanan ini diharapkan mempermudah transaksi wisatawan mancanegara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan sektor pariwisata.
Layanan tersebut diresmikan oleh Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Raja Ampat, Kamis (15/10/2026). Peresmian ini dirangkaikan dengan pembukaan Festival Pesona Raja Ampat 2026 yang berlangsung pada 15–17 Oktober 2026.
Launching layanan money changer tersebut ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, bersama Direktur Bank Papua dan jajaran manajemen Bank Papua, Bupati Raja Ampat, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Prosesi ini menjadi simbol dimulainya layanan penukaran valuta asing Bank Papua di wilayah Papua Barat Daya.
Dalam sambutannya, Ahmad Nausrau mengatakan, layanan penukaran valuta asing atau Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) merupakan fasilitas penting yang menghubungkan transaksi mata uang asing dengan kebutuhan masyarakat di dalam negeri.

Menurutnya, layanan money changer memungkinkan wisatawan maupun masyarakat menukarkan mata uang asing ke rupiah melalui jalur resmi dengan proses yang aman, cepat, dan terpercaya.
“Kehadiran layanan money changer Bank Papua di wilayah Papua Barat Daya, khususnya di Kantor Cabang Utama Sorong dan Kantor Cabang Waisai, memiliki nilai yang sangat strategis,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Sorong dan Raja Ampat merupakan kawasan yang dikenal sebagai destinasi pariwisata internasional dan menerima kunjungan wisatawan dari berbagai negara. Karena itu, ketersediaan fasilitas penukaran mata uang asing menjadi salah satu kebutuhan untuk mendukung kenyamanan wisatawan selama berada di Papua Barat Daya.
Dengan adanya layanan tersebut, wisatawan mancanegara dapat lebih mudah menukarkan mata uang asing, terutama dolar Amerika Serikat (AS), ke rupiah untuk memenuhi kebutuhan transaksi selama berkunjung.
Kemudahan ini diharapkan turut memperlancar aktivitas belanja wisatawan, termasuk pembelian produk lokal dan penggunaan jasa masyarakat, sehingga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi di Sorong dan Waisai.
Ahmad Nausrau menegaskan, pembukaan layanan ini bukan sekadar penambahan fasilitas transaksi perbankan, melainkan juga bagian dari upaya memperkuat peran Bank Papua dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan pengembangan ekosistem pariwisata modern.
Ia menilai, pengembangan layanan tersebut menjadi wujud komitmen Bank Papua untuk meningkatkan kapasitas perbankan daerah agar dapat berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan dan perekonomian di Tanah Papua.

Sebelumnya, Bank Papua telah mengoperasikan layanan serupa di Kantor Cabang Utama Jayapura, Provinsi Papua. Kini, layanan tersebut diperluas ke Provinsi Papua Barat Daya melalui Kantor Cabang Utama Sorong dan Kantor Cabang Waisai.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, lanjutnya, mendukung langkah ekspansi layanan tersebut dan berharap fasilitas penukaran valuta asing ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh wisatawan asing maupun masyarakat yang membutuhkan layanan transaksi mata uang asing.
“Kami berharap keberadaan layanan penukaran valuta asing Bank Papua ini dapat memberikan manfaat nyata bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Papua Barat Daya, khususnya Sorong dan Waisai,” katanya.
Pembukaan layanan ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat dukungan sektor perbankan terhadap pariwisata, memperluas akses transaksi keuangan, serta meningkatkan peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal di Papua Barat Daya.













Response (1)
Comments are closed.