Raja Ampat Akhirnya Punya Layanan Penukaran Mata uang Asing, Wisatawan Mancanegara Kini Lebih Mudah Bertransaksi

RAJA AMPAT– Kabar baik bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Layanan penukaran valuta asing atau money changer kini hadir melalui Bank Papua, memberikan kemudahan bagi wisatawan asing untuk menukarkan mata uang mereka ke rupiah sebelum berwisata hingga ke kampung-kampung.

Kehadiran layanan ini mendapat sambutan positif dari Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Klasina Rumbekwan. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat lokal.

Hal itu disampaikan Klasina saat diwawancarai awak media seusai meninjau stan pameran bersama para tamu undangan dalam Festival Pesona Raja Ampat 2026 di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Kamis (15/10/2026).

Klasina mengungkapkan, selama ini wisatawan mancanegara kerap mengalami kesulitan mendapatkan layanan penukaran mata uang asing di Raja Ampat. Meskipun terdapat layanan yang dikelola pihak swasta, ketersediaannya belum selalu dapat diandalkan.

“Kami sangat bersyukur karena layanan penukaran valuta asing ini akhirnya tersedia. Selama ini wisatawan asing cukup kesulitan mencari tempat untuk menukarkan uang mereka,” ujarnya.

Menurut Klasina, keberadaan money changer tidak hanya memudahkan wisatawan dalam memenuhi kebutuhan transaksi selama berlibur, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau layanan pembayaran digital.

Di sejumlah kampung wisata, transaksi sehari-hari masih mengandalkan uang tunai. Wisatawan yang ingin menyewa perahu, membayar aktivitas menyelam (diving), atau membeli hasil usaha masyarakat membutuhkan rupiah agar dapat bertransaksi secara langsung.

Ia mencontohkan kondisi di kawasan wisata Piaynemo. Wisatawan asing yang ingin membeli kelapa muda atau produk lokal lainnya terkadang menghadapi kendala karena hanya membawa mata uang asing, sedangkan pedagang setempat membutuhkan rupiah.

Baca Juga  Bupati Raja Ampat Apresiasi Digitalisasi Keuangan Daerah, SP2D Online dan KKPD Dinilai Perkuat Tata Kelola APBD

“Wisatawan sebenarnya ingin berbelanja, tetapi terkadang mereka hanya membawa uang asing. Sementara itu, masyarakat di kampung membutuhkan rupiah untuk bertransaksi,” jelasnya.

Karena itu, Klasina berharap wisatawan dapat memanfaatkan layanan penukaran uang sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi wisata di Raja Ampat. Dengan tersedianya rupiah di tangan wisatawan, transaksi dengan pedagang kecil, pelaku UMKM, pemilik perahu, dan masyarakat setempat diharapkan semakin mudah.

Untuk memperluas akses pelayanan, Dinas Pariwisata Raja Ampat juga berharap Bank Papua dapat menghadirkan konter penukaran valuta asing di kawasan pelabuhan.

Klasina menyebutkan, saat ini Bank Papua telah membuka layanan money changer di kantornya dan menyediakan ATM di pelabuhan. Namun, ia berharap ke depan tersedia konter kecil di pelabuhan agar wisatawan dapat menukarkan uang dengan lebih praktis.

“Kami meminta agar kalau memungkinkan, dibuka satu konter kecil di pelabuhan. Itu sangat penting untuk memudahkan wisatawan,” ungkapnya.

Menurutnya, kemudahan akses penukaran uang akan menjadi nilai tambah bagi Raja Ampat sebagai destinasi wisata internasional. Wisatawan tidak hanya membutuhkan keindahan alam dan fasilitas transportasi, tetapi juga layanan pendukung yang memudahkan mereka selama berada di daerah tujuan wisata.

Klasina menegaskan, manfaat layanan money changer diharapkan tidak berhenti pada kemudahan wisatawan asing, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.

Dengan semakin mudahnya wisatawan memperoleh rupiah, peluang belanja produk lokal dan penggunaan jasa masyarakat di kampung-kampung wisata diharapkan meningkat. Hal ini dapat membuka ruang perputaran uang yang lebih besar bagi pelaku UMKM dan usaha pariwisata lokal.

Kehadiran layanan tersebut juga menjadi salah satu upaya memperkuat ekosistem pariwisata Raja Ampat agar semakin siap melayani wisatawan mancanegara.

Baca Juga  Pemkab Raja Ampat Matangkan Penyaluran Program ORISUN, Data Lansia OAP Diminta Valid dan Tepat Sasaran

Pemerintah daerah berharap dukungan sektor perbankan terus berkembang, termasuk melalui perluasan akses layanan keuangan di titik-titik strategis yang menjadi pintu masuk wisatawan.

Dengan demikian, kemudahan menukarkan mata uang asing diharapkan menjadi bagian dari peningkatan pelayanan pariwisata Raja Ampat sekaligus mendorong agar manfaat ekonomi dari kunjungan wisatawan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat hingga ke kampung-kampung wisata.