Waisai, RajaAmpatNews-Pemerintah pusat secara resmi memulai pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Raja Ampat dengan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) gudang pergudangan dan gerai koperasi di Kampung Yenbuba, Distrik Meosmansar, Rabu (26/11/2025).
Seremoni tersebut menandai dimulainya pembangunan infrastruktur ekonomi desa yang bertujuan memperkuat koperasi sebagai pusat produksi, distribusi, dan pengelolaan hasil usaha masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.
Kegiatan ini dihadiri oleh Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM RI, Henra Saragih, S.H., M.H., Asisten III Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum Setda Raja Ampat Ferdinand Rumsowek, A. M.Kes, Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Raja Ampat Fransiska Y. Wanma, S.Hut., M.Ec.Dev., serta unsur Forkopimda, yakni Dandim 1805 Raja Ampat dan Wakil Kepala Polres Raja Ampat, Kepala Distrik Meosmansar, Kepala Kampung Yenbuba, serta disaksikan langsung oleh masyarakat setempat.

Dalam wawancara bersama RajaAmpatNews di lokasi kegiatan, Deputi Kemenkop UKM Henra Saragih menegaskan bahwa pembangunan ini mencerminkan keberpihakan pemerintah terhadap daerah timur Indonesia.
“Kami ingin menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berpusat di Jawa, Sumatera, atau Kalimantan, tapi juga sampai ke Papua. Hari ini kita mulai dari Desa Yenbuba,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa lokasi pembangunan akan segera dikoordinasikan dengan PT Agrinas Pangan Nusantara untuk pembiayaan dan percepatan teknis pembangunan.
“Kami sudah koordinasi dengan Dandim dan pihak terkait. Selanjutnya akan dikoordinasikan dengan PT Agrinas Pangan Nusantara agar pembangunan dapat segera berjalan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Henra menekankan bahwa pembangunan koperasi desa dilakukan dengan pendekatan berbasis kebutuhan lokal. Mengingat masyarakat Yenbuba mayoritas menggantungkan hidup dari sektor perikanan, maka fasilitas koperasi akan dirancang sesuai karakter wilayah pesisir.
“Nantinya fasilitas akan disesuaikan. Bisa berupa perahu, cold storage, sarana penyimpanan ikan, dan kebutuhan lainnya sehingga hasil tangkap nelayan dapat dikelola dan dijual dengan lebih baik,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan bahwa Raja Ampat memiliki potensi ekonomi luar biasa, mulai dari perikanan, pariwisata, hingga pertambangan. Menurutnya, koperasi menjadi instrumen penting agar masyarakat menjadi pelaku utama pengelolaan sumber daya.

“Raja Ampat itu seperti surga yang turun ke bumi. Potensinya luar biasa, dan itu harus dikelola melalui koperasi agar manfaat ekonominya kembali kepada masyarakat,” tuturnya.
Henra juga menegaskan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat sebagaimana mandat peraturan perundang-undangan.
“Ini program strategis Presiden untuk mengembalikan ekonomi ke desa. Produksi, pengolahan, hingga konsumsi dilakukan di desa agar masyarakat memperoleh harga yang lebih murah dan adil,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menyambut baik pembangunan fisik koperasi ini sebagai langkah nyata memperkuat ekonomi kerakyatan, menciptakan peluang usaha baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Dengan dimulainya peletakan batu pertama ini, Kabupaten Raja Ampat kini resmi menjadi bagian dari program besar nasional Koperasi Desa Merah Putih sebagai tonggak pembangunan ekonomi dari desa.
Writer: Agustinus Guntur II Editor: Petrus Rabu












