Jakarta, RajaAmpatNews– Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melakukan serangkaian audiensi strategis ke sejumlah kementerian dan lembaga negara di Jakarta selama tiga hari, sejak 17 hingga 19 Juli 2025. Roadshow ini dipimpin langsung oleh Bupati Raja Ampat, Orideko I Burdam didamping Sekda, Yusuf Salim bersama jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, sebagai langkah proaktif dalam memperkuat sinergi program pusat dan daerah menuju tahun anggaran 2026 dan seterusnya.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Raja Ampat, Adam Malik dalam laporannya yang diterima Raja Ampat News, Sabtu (19/7/2025) menegaskan bahwa roadshow ini merupakan bentuk keseriusan Pemda dalam menghadirkan pembangunan yang terintegrasi dengan kebijakan nasional.
Dalam pernyataannya, Bupati Orideko, sapaan Orideko I Burdam menegaskan bahwa kunjungan ini tidak semata-mata bersifat seremonial, melainkan merupakan bagian dari strategi percepatan pembangunan yang berbasis data, kebutuhan riil, dan solusi konkret.
“Kami hadir dengan solusi dan data, bukan sekadar permintaan,” tegasnya.
Dari Pasar Rakyat, Digitalisasi, hingga Isu Lingkungan dan Infrastruktur
Roadshow dimulai dengan audiensi di Kementerian Perdagangan, di mana Pemda Raja Ampat mengusulkan kelanjutan program Revitalisasi Pasar Rakyat yang mengedepankan integrasi nilai-nilai lokal dengan sistem pengelolaan modern. Usulan anggaran telah diterima dan tengah dikaji oleh pihak kementerian.

Dilanjutkan ke Kementerian Komunikasi Digital, Dinas Kominfo Raja Ampat menyampaikan laporan pengaduan masyarakat terkait maraknya konten negatif di media sosial, khususnya Facebook. Laporan ini menyoroti potensi ancaman ujaran kebencian, isu SARA, dan konten disintegratif yang meresahkan masyarakat, dengan harapan mendapat penanganan serius dari kementerian.
Tim kemudian mengunjungi Direktorat Bina Keuangan Daerah, Kemendagri, untuk membahas optimalisasi Dana Alokasi Umum (DAU), agar pengelolaan anggaran daerah semakin efektif dan berorientasi pada hasil.

Sementara itu, di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sejumlah isu krusial dibahas langsung bersama Menteri Hanif F. Nurrofiq. Fokus pembahasan mencakup pengelolaan sampah di destinasi wisata, peninjauan ulang kawasan hutan lindung demi mendukung infrastruktur pariwisata, serta dukungan rekrutmen tenaga kerja lokal pasca-berhentinya aktivitas PT Gag Nikel. Tak kalah penting, Pemda turut menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo mengenai perlunya bandara representatif di kawasan wisata internasional seperti Raja Ampat.
Sebelum ke KLHK, audiensi juga dilakukan di Direktorat Regional III Bappenas, dipimpin langsung oleh Direktur Pembangunan Kawasan Timur Indonesia, Ika Retno Wulandari. Pemda menyerahkan satu paket lengkap usulan lintas sektor, hasil kompilasi dari seluruh OPD, yang diharapkan dapat masuk dalam program prioritas nasional untuk kawasan timur Indonesia.

Misi Percepatan dan Inklusi Sosial
Dilaporkan roadshow selama tiga hari, tim Pemda Raja Ampat telah menjangkau delapan kementerian/lembaga strategis. Misi utama dari roadshow ini adalah mempercepat pembangunan, mendorong inklusi sosial, serta menjaga kesinambungan lingkungan hidup sebagai bagian dari pilar utama pembangunan daerah.
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Raja Ampat dalam membangun daerah dengan pendekatan yang kolaboratif, partisipatif, dan terintegrasi dengan arah pembangunan nasional—menuju Raja Ampat sebagai destinasi super prioritas kelas dunia.













