RAJA AMPAT — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Raja Ampat bersama Taman Baca Masyarakat resmi membuka kegiatan Lapak Literasi dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Raja Ampat. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Kamis (7/5/2026), dan akan digelar hingga 9 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menumbuhkan budaya membaca dan meningkatkan literasi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda di Raja Ampat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Raja Ampat, Dedi Riswanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa.

“Masyarakat yang literat adalah masyarakat yang mampu berpikir kritis, produktif, dan berdaya saing. Karena itu, peningkatan budaya baca dan literasi harus terus kita dorong hingga ke seluruh pelosok wilayah Kabupaten Raja Ampat,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan lapak baca tersebut merupakan bentuk pelayanan perpustakaan yang inovatif dan kreatif dengan menghadirkan buku dan sumber pengetahuan langsung ke tengah masyarakat melalui ruang publik.
“Kalau biasanya masyarakat datang ke perpustakaan, kini perpustakaan yang mendatangi masyarakat. Melalui lapak baca di Pantai WTC ini, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang terbuka, menyenangkan, dan mudah diakses semua kalangan,” kata Dedi.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan generasi muda Raja Ampat yang cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing dalam menyongsong Indonesia Emas.
“Melalui kekuatan membaca dan ilmu pengetahuan, generasi muda kita diharapkan mampu bersaing dan menjadi bagian penting dalam pembangunan bangsa ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Raja Ampat, Ny. Rusmiati Burdam, yang secara resmi membuka kegiatan tersebut mengatakan bahwa literasi tidak hanya sebatas membaca dan menulis, tetapi juga menjadi sarana membangun pengetahuan dan karakter generasi penerus bangsa.

“Dengan budaya literasi, kita dapat menciptakan masyarakat yang cerdas, kreatif, inovatif, dan mampu menghadapi perkembangan zaman,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ny. Rusmiati juga mengungkapkan bahwa kegiatan literasi kali ini turut dipadukan dengan edukasi kesehatan bagi anak-anak, khususnya tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.
“Beberapa hari terakhir kami bersama tenaga kesehatan berkeliling memberikan edukasi kepada anak-anak tentang cara menjaga kesehatan gigi dan mulut. Hari ini juga kita hadirkan edukasi kesehatan agar anak-anak tidak hanya belajar membaca, tetapi juga belajar hidup sehat,” katanya.
Ia mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas taman baca masyarakat, serta berbagai pihak yang terus berupaya menumbuhkan minat baca di tengah masyarakat Raja Ampat.

Kepada anak-anak yang hadir, Bunda Literasi mengajak agar menjadikan membaca sebagai kebiasaan yang menyenangkan.
“Buku adalah jendela dunia. Dengan membaca, kita bisa mengenal banyak hal dan meraih cita-cita yang lebih tinggi,” tuturnya disambut antusias anak-anak yang hadir.
Ia juga mengajak para orang tua dan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung budaya literasi, baik di rumah, sekolah, maupun ruang publik.
“Semoga kegiatan lapak literasi ini menjadi wadah edukasi, kreativitas, dan inspirasi bagi masyarakat Raja Ampat agar semakin mencintai buku dan semangat belajar sepanjang hayat,” harapnya.
Kegiatan pembukaan Lapak Literasi turut dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Raja Ampat, Bunda Literasi Raja Ampat, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Raja Ampat, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Raja Ampat, para tamu undangan, serta anak-anak yang tergabung dalam kelompok Taman Baca Masyarakat di Waisai dan masyarakat umum yang memadati kawasan Pantai WTC.
Writer : Agustinus Guntur












