Samate, RajaAmpatNews – Usai prosesi pelantikan Pengurus Panitia Hari Besar Islam (PHBI) tingkat Distrik Salawati Utara yang digelar di Samate, ibu kota distrik, suasana kebersamaan umat semakin terasa dengan dilaksanakannya peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah, Sabtu (31/01/2026).
Peringatan Isra Mi’raj ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial keagamaan, namun juga dimaknai sebagai ruang refleksi spiritual dan sosial bagi masyarakat. Melalui momentum ini, nilai-nilai keimanan dipadukan dengan semangat memperkuat persaudaraan serta kepedulian antar sesama di tengah kehidupan bermasyarakat.
Dalam tausiyah singkatnya, Ustaz Fahmi menjelaskan bahwa Isra Mi’raj merupakan perjalanan suci Nabi Muhammad SAW dalam satu malam atas kehendak dan perintah Allah SWT, dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha. Peristiwa agung tersebut, menurutnya, menjadi bukti kekuasaan Allah yang tidak dibatasi oleh logika manusia.
“Inti dari Isra Mi’raj adalah kesadaran bahwa tidak ada satu pun yang kita lakukan kecuali atas izin Allah. Allah yang memampukan kita bergerak, bekerja, dan berbuat kebaikan di muka bumi ini. Termasuk seluruh program PHBI yang dijalankan, semuanya terjadi karena Allah memberi kemampuan dan jalan,” ungkap Ustaz Fahmi.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa makna Isra Mi’raj juga sangat erat dengan kehidupan sosial. Peristiwa ini mengajarkan umat untuk hidup saling menguatkan, menjaga persatuan, dan merawat silaturahmi. Ia mengibaratkan umat sebagai satu tubuh, di mana ketika satu bagian merasakan sakit, maka bagian lain turut merasakannya dan bersama-sama berupaya menyembuhkan.
“Mari kita saling membantu dan menolong tanpa memandang latar belakang, golongan, maupun ras. Jaga lisan kita agar tidak melukai hati saudara sendiri. Dari sinilah nilai Isra Mi’raj hadir dalam kehidupan sosial kita,” pesannya menutup tausiyah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal bagi pengurus PHBI Distrik Salawati Utara untuk tidak hanya aktif dalam agenda keagamaan, tetapi juga hadir sebagai penggerak harmoni sosial dan persatuan umat di tengah keberagaman masyarakat Salawati Utara.
Writer: Aditya Nugroho II Editor: Petrus Rabu













