RAJA AMPAT — Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Raja Ampat, Kamis (30/4/2026), saat pelepasan jamaah calon haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi resmi digelar. Prosesi pelepasan dilakukan oleh Wakil Bupati Raja Ampat, Mansyur Syahdan, yang mewakili Bupati Raja Ampat.
Kegiatan yang mengusung doa “Semoga Menjadi Haji Mabrur” ini menjadi momentum sakral bagi para calon jamaah yang akan menunaikan rukun Islam kelima ke Tanah Suci.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mansyur Syahdan menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas terpilihnya para jamaah sebagai tamu Allah SWT. Ia menegaskan bahwa kesempatan berhaji merupakan panggilan istimewa yang tidak semua orang dapatkan.

“Di antara jutaan manusia di muka bumi ini, Allah telah memilih Bapak dan Ibu sekalian untuk menjadi tamu-Nya. Ini adalah bukti kasih sayang dan kehormatan yang luar biasa,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan ibadah haji bukanlah perjalanan ringan. Jamaah akan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari jarak yang jauh, kepadatan jutaan umat dari seluruh dunia, hingga kondisi cuaca ekstrem di Kota Makkah. Namun, di balik itu semua tersimpan pahala besar yang dijanjikan Allah SWT.
“Setiap tetes keringat di Tanah Suci menjadi saksi atas ketulusan niat Bapak dan Ibu dalam memenuhi panggilan-Nya,” tambahnya.

Wakil Bupati juga mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan setiap momen ibadah secara maksimal, terutama saat berada di tempat-tempat mustajab seperti di depan Ka’bah, saat sa’i antara Shafa dan Marwah, serta ketika wukuf di Arafah.
“Doakan tidak hanya diri dan keluarga, tetapi juga masyarakat Raja Ampat dan bangsa Indonesia,” pesannya.
Ia berharap sepulang dari Tanah Suci, para jamaah dapat menjadi pribadi yang lebih baik, serta membawa perubahan positif di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Raja Ampat, Suprianto, dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah jamaah haji tahun ini sebanyak 24 orang, terdiri dari 12 laki-laki dan 12 perempuan.

“Jamaah tertua berusia 85 tahun, sedangkan yang termuda berusia 31 tahun,” ungkapnya.
Dijelaskan, sebanyak 23 jamaah tergabung dalam Kloter 25 bersama jamaah dari kabupaten/kota di Papua dan Papua Barat Daya, sementara satu jamaah lainnya tergabung dalam Kloter 26 bersama jamaah dari Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Suprianto juga menjelaskan bahwa sistem keberangkatan kini menggunakan kuota nasional, sehingga penentuan jamaah berdasarkan urutan pendaftaran, bukan lagi sistem kuota Daerah.
Terkait jadwal keberangkatan, jamaah direncanakan bertolak dari Raja Ampat menuju Sorong pada 2 Mei 2026. Selanjutnya, mereka akan mengikuti pelepasan tingkat provinsi oleh Gubernur pada 4 Mei 2026 di Kota Sorong, sebelum diberangkatkan ke Embarkasi Makassar pada 7 Mei 2026.
“Insya Allah, jamaah akan terbang menuju Mekkah, Arab Saudi pada 9 Mei 2026 setelah menjalani masa persiapan di Makassar,” jelasnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh jamaah untuk menjaga niat, kesehatan, serta menjunjung tinggi kebersamaan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Kita ini satu keluarga. Yang muda membantu yang tua, yang kuat menjaga yang lemah. Tunjukkan bahwa masyarakat Raja Ampat adalah masyarakat yang kompak dan penuh kasih sayang,” tegasnya.
Kegiatan pelepasan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Raja Ampat, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Raja Ampat, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Raja Ampat, para pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Ketua MUI, Ketua Baznas, para tokoh agama, alim ulama, imam masjid, serta keluarga jamaah calon haji.
Acara ditutup dengan doa bersama, mengiringi harapan agar seluruh jamaah diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah dan kembali ke tanah air sebagai haji dan hajjah yang mabrur.
Writer : Agustinus Guntur












