Jelang May Day TKBM Waisai Fokus pada Isu Upah dan Kesejahteraan Pekerja 

RAJA AMPAT— Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026, Ketua Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Terumbu Karang Bahari Waisai, Alfredo Rumbiak, menyatakan pihaknya masih menunggu arahan resmi dari Ketua Umum TKBM Sorong Raya terkait agenda peringatan tahun ini.

Hal tersebut disampaikan Alfredo kepada Raja Ampat News, Kamis (30/4/2026). Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada instruksi yang diterima dari Ketua Umum TKBM di Sorong maupun pihak terkait lainnya yang selama ini menjadi rujukan koordinasi kegiatan buruh.

“Untuk sementara ini kami masih menunggu informasi dari Kota Sorong atau dari Ketua TKBM Pelabuhan Sorong, karena biasanya dari sana yang menginstruksikan apa yang perlu kami lakukan,” ujar Alfredo.

Menurut dia, TKBM Waisai tidak akan mengambil langkah di luar keputusan bersama. Seluruh bentuk kegiatan, termasuk penyampaian aspirasi, akan mengikuti arahan yang dikoordinasikan secara terpusat.

“Selama belum ada informasi, tentu kami tidak mungkin melakukan hal di luar keputusan. Kami akan bergerak ketika ada penyampaian resmi kepada kami,” katanya.

Meski demikian, Alfredo memastikan bahwa pihaknya tetap memiliki sejumlah harapan yang akan disuarakan, terutama terkait kesejahteraan pekerja. Ia menekankan bahwa peringatan Hari Buruh bukan hanya menyangkut TKBM semata, melainkan seluruh elemen buruh di berbagai sektor.

“Hari buruh ini menyangkut seluruh aktivitas buruh, bukan hanya kami di TKBM, tapi menyeluruh,” ucapnya.

Ia menjelaskan, selama ini TKBM Pelabuhan Waisai berperan aktif dalam mendukung peringatan Hari Buruh, salah satunya melalui kegiatan sosial seperti kerja bakti dan pembersihan lingkungan di area pelabuhan.

“Biasanya kami terlibat dalam kegiatan bersih-bersih untuk menunjang peringatan Hari Buruh. Untuk kegiatan lain, sejauh ini belum ada rencana,” katanya.

Baca Juga  Tiga Mesin Rusak Bersamaan, PLN Waisai Lakukan Pemadaman Bergilir untuk Cegah Blackout Total

Lebih lanjut, Alfredo menegaskan bahwa isu utama yang akan terus diperjuangkan adalah soal upah dan kesejahteraan pekerja. Menurutnya, hal tersebut menjadi kebutuhan mendasar yang harus mendapat perhatian pemerintah daerah.

“Untuk kesejahteraan, tentu menyangkut upah dan hak-hak kami. Itu pasti akan kami suarakan dalam setiap kesempatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap kali diundang dalam forum atau pertemuan resmi, pihaknya selalu menyampaikan aspirasi buruh agar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah.

“Dalam setiap pertemuan, kami sampaikan apa yang menjadi hak kami. Harapannya, pemerintah bisa menanggapi dan memenuhi kebutuhan buruh di daerah,” tutur Alfredo.

Dengan belum adanya instruksi resmi, TKBM Waisai memastikan akan tetap bersikap menunggu sambil mempersiapkan diri untuk berpartisipasi sesuai arahan, sembari terus mendorong perhatian terhadap kesejahteraan buruh di Kabupaten Raja Ampat.

Writer : Dony Kumuai