RAJA AMPAT – Kebersihan Kota Waisai sebagai pintu masuk pariwisata Raja Ampat perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak, terutama pemerintah daerah. Citra Raja Ampat sebagai destinasi wisata dunia harus diimbangi dengan kondisi lingkungan yang bersih, nyaman, dan tertata.
Hal tersebut disampaikan Pastor Inosensius Nahak Berek Di pantai WTC saat memberikan tanggapan dalam kegiatan jalan santai yang bertema “Sehat Bersama, Semangat Melayani” yang digelar umat Katolik Stasi Santa Maria Mater Dei Waisai dalam rangka menyambut puncak perayaan HUT ke-16 stasi tersebut, Sabtu (24/10/2026).
Menurut Pastor Ino Sapaan Akrab untuk pastor Inosensius Nahak Berek, kegiatan jalan santai yang dirangkaikan dengan aksi memungut sampah di sepanjang rute Dari Lapangan SD YPPK Santa Maria Regina, hingga kawasan Pantai Waisai Torang Cinta (WTC) bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata penyadaran kepada masyarakat, umat, dan pemerintah tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap kebersihan harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya dilakukan oleh kelompok atau komunitas tertentu.
“Kita sudah punya beberapa kegiatan kepedulian terhadap lingkungan melalui pembersihan kawasan Pantai WTC. Ini sebenarnya merupakan salah satu bentuk penyadaran kepada masyarakat, umat, dan pemerintah untuk mencintai kebersihan,” ujarnya.
Ia juga berharap pemerintah daerah mengambil inisiatif lebih besar dalam mendukung kegiatan kebersihan, termasuk melalui dinas terkait yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan sampah dan pemeliharaan kebersihan kota.
Menurutnya, dukungan pemerintah perlu diwujudkan melalui perhatian yang berkelanjutan terhadap persoalan sampah, termasuk penyediaan fasilitas kebersihan yang memadai di kawasan publik dan destinasi wisata.
“Pemerintah daerah harus memberikan dukungan. Melalui dinas yang menangani kebersihan, perlu ada perhatian terhadap persoalan sampah dan penambahan fasilitas kebersihan,” katanya.
Ia menilai kebersihan Kota Waisai menjadi aspek penting yang tidak boleh diabaikan, mengingat Raja Ampat dikenal luas karena keindahan alam dan potensi pariwisatanya.
Ia juga mengingatkan bahwa nama besar Raja Ampat sebagai destinasi wisata unggulan harus dibarengi dengan kondisi nyata di lapangan. Sebab, kebersihan lingkungan turut menentukan kenyamanan masyarakat dan kesan wisatawan selama berada di daerah tersebut.

Menurutnya, apabila persoalan kebersihan tidak ditangani secara serius, citra pariwisata yang selama ini dibangun berisiko tidak sejalan dengan kenyataan yang dijumpai pengunjung.
“Kalau tidak, walaupun kita punya nama besar, kasihan, ternyata kondisi di lapangan tidak seperti yang diharapkan banyak orang,” ungkapnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya membanggakan keindahan Raja Ampat, tetapi juga mengambil bagian dalam menjaga dan merawat lingkungan.
Baginya, kebersihan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah atau petugas kebersihan. Masyarakat, komunitas keagamaan, lembaga pendidikan, pelaku usaha, serta para pengunjung juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih.
Kegiatan jalan santai yang dilaksanakan umat Katolik Stasi Santa Maria Mater Dei Waisai dimulai dari Lapangan SD YPPK Santa Maria Regina dan berakhir di Pantai Waisai Torang Cinta.
Selain melibatkan umat Katolik, kegiatan tersebut juga diikuti peserta didik SD YPPK Santa Maria Regina dan SMP YPPK. Sepanjang perjalanan, peserta melakukan aksi memungut sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Ketua Panitia Pelaksana HUT ke-16 Stasi Santa Maria Mater Dei Waisai, Herich Ferdinand Insyur, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian menuju puncak perayaan HUT stasi yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober 2026.

Melalui tema “Sehat Bersama, Semangat Melayani”, kegiatan ini tidak hanya bertujuan mempererat kebersamaan dan menjaga kesehatan, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa mencintai lingkungan harus dimulai dari tindakan sederhana.
Pastor Ino berharap gerakan serupa terus diperluas dan dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga kebersihan tidak hanya menjadi perhatian ketika ada kegiatan tertentu, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau bisa, gerakan menjaga lingkungan terus diperluas, karena ini menjadi rumah kita bersama. Kebersihannya harus diperhatikan,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan Waisai merupakan bagian penting dari upaya mempertahankan citra Raja Ampat sebagai destinasi wisata dunia. Keindahan alam yang menjadi kebanggaan bersama harus disertai tanggung jawab nyata untuk merawatnya.













Response (1)
Comments are closed.