RENUNGAN HARIAN, SABTU, 27 JUNI 2026; Pekan Biasa XI
Oleh: RD. Ardus Endi
Bacaan-bacaan suci hari ini diambil dari dua perikopbacaan, I: Rat. 2:2.10-14.18-19; dan Injil Mat. 8:5-17. Kedua bacaan suci ini secara kompak memperlihatkan kepada kita bahwa iman yang teguh kepada Tuhan tidak akan pernah berakhir sia-sia. Hidup yang selalu bersandar pada Tuhan tidak akan pernah kehilangan kendali. Mendiang Paus Fransiskus meyakinkan kita bahwa segala harapan, doa dan permohonan yang kita letakkan di hadapan Tuhan tidak akan pernah mengecewakan (spess non confundit).
Dalam bacaan pertama, Penulis Kitab Ratapan melukiskan dengan amat baik pengalaman dan kesaksiannya perihal iman. Di tengah gempuran penderitaan dan gelombang kesulitan yang melanda hidupnya, ia masih bisa bertahan. Ia bertahan bukan karena kehebatan atau kemampuan manusiawi, melainkan karena imannya yang kokoh kepada Allah. Iman yang tidak pernah kerdil, tetapi selalu bertumbuh dan terarah kepada Allah memungkinkannya untuk tetap tabah dan terus berlangkah.
Hidup dan langkah kita pun seringkali tertatih-tatih lantaran ditindih beban dan derita. Aneka tantangan dan kesulitan datang silih berganti menerpa perahu kehidupan kita, dan kerapkali hal itu membuat kita mudah putus asa dan patah semangat. Dalam situasi seperti ini, Penulis Kitab Ratapan mengajak kita untuk terus bersandar pada Allah. Iman yang terus bertumbuh dan doa yang tidak pernah putusakan membangkitkan semangat baru dalam diri kita. “Berteriaklah dengan nyaring kepada Tuhan…Cucurkanlah air mata…Curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan” (Rat. 2:18-19). Inisiatif kita untuk berjumpa dan curhat dengan Tuhan dalam doa adalah jalan terbaik untuk bisa mengalami ketenangan dan menimba kekuatan baru.
Senada dengan itu, Penginjil Matius, dalam narasi Injil hari ini, meyakinkan kita bahwa doa yang dilandasi dengan iman,akan mengubah harapan menjadi kenyataan; dan permohonanyang dibalut dengan iman akan mengubah ketidakmungkinan menjadi sebuah kepastian. Kisah seorang perwira dalam Injil menjadi bukti nyata bagi kita tentang hal ini. Ketika si perwiradatang kepada Yesus dan memohon dengan penuh iman, pada akhirnya harapannya menjadi kenyataan. Hambanya yang sakit lumpuh menjadi sembuh. Jawaban Yesus terhadap permohonan si Perwira: “Aku berkata kepadamu: ‘Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya’ Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya” (Mat. 8:13).
Saudara/-I terkasih, semoga melalui inspirasi bacaan suci hari ini membangkitkan komitmen dalam diri kita untuk terus percaya dan mengandalkan Tuhan. Hidup yang selalu terarah kepada Allah tidak akan pernah kehilangan arah. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.












