Lapangan Pancasila UGM, 19 Juni 2026 – Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi melepas 8.178 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode 2 tahun 2026 ke berbagai daerah di Indonesia. Salah satu tim yang turut diberangkatkan adalah tim KKN-PPM UGM Raja Ampat Berkisah, yang akan menjalankan program pengabdian masyarakat di Kampung Samate dan Waidim, Distrik Salawati Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Dalam sambutannya di Lapangan Pancasila, Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menyampaikan bahwa KKN-PPM UGM memiliki peran strategis sebagai motor perubahan di level masyarakat, karena mahasiswa terjun langsung ke desa untuk bersama warga merumuskan solusi yang sesuai konteks lokal dan dapat berkelanjutan. Rektor menambahkan bahwa orientasi KKN-PPM UGM ke depan diharapkan tidak lagi sekadar menonjolkan peran mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat, melainkan juga semakin diarahkan pada pemilihan tema-tema program yang lebih strategis dan relevan dengan kebutuhan jangka panjang masyarakat.
Sementara itu, Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sudjito, mengungkapkan bahwa jumlah peserta KKN-PPM UGM Periode 2 tahun ini menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah pelaksanaan program dalam satu periode. Pada periode ini, KKN-PPM UGM mengangkat tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Menghadapi Perubahan Iklim melalui KKN-PPM UGM”, yang diarahkan untuk mendukung peningkatan produksi pangan daerah sekaligus penguatan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.
Tim KKN-PPM UGM Raja Ampat Berkisah sendiri beranggotakan 25 mahasiswa lintas program studi yang akan mengusung program-program pengabdian dengan tema: Implementasi Pendekatan GroundUp Development untuk Optimalisasi Sumber Daya Alam dan Produksi Agribisnis Guna Memperkuat Kualitas Hidup (Quality of Life) dan Kesejahteraan Komunitas di Kampung Samate dan Waidim, Distrik Salawati Utara, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) tim KKN-PPM UGM Raja Ampat Berkisah, drg. Sri Larnani, M.D.Sc., menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat membangun kedekatan dan kepercayaan dengan masyarakat setempat sebagai fondasi utama sebelum program-program pengabdian dijalankan. Ia juga menekankan pentingnya mahasiswa peka terhadap kearifan lokal masyarakat Raja Ampat serta mampu menyesuaikan rancangan program dengan kebutuhan dan kondisi riil di lapangan, sehingga hasil pengabdian benar-benar dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan oleh warga setempat.
Dengan diberangkatkannya tim KKN-PPM UGM Raja Ampat Berkisah, UGM berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Raja Ampat, sekaligus menjadi pengalaman belajar yang memperkaya wawasan mahasiswa tentang keragaman sosial budaya dan tantangan pembangunan di kawasan timur Indonesia.
Writer: Tim KKN Raja Ampat Berkisah 2026// Editor: Agustinus Guntur












