72 Balita Jalani Pemeriksaan Tumbuh Kembang, Kader Posyandu Mekar Mukti 2 Dibantu Mahasiswa KKN MIT UIN Walingsongo

DEMAK — Sebanyak 72 balita mengikuti pelayanan kesehatan di Posyandu Mekar Mukti 2, Desa Turitempel, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pemantauan rutin tumbuh kembang dan pemenuhan gizi anak usia dini.

Pelayanan mencakup penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemberian vitamin dan susu. Data hasil pengukuran menjadi bagian penting dalam memantau perkembangan balita secara berkala.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 98 turut membantu petugas Posyandu dalam proses pelayanan. Kehadiran mahasiswa membantu mengurangi beban petugas, terutama saat jumlah balita yang datang cukup banyak atau ketika ada kader yang berhalangan hadir.

Salah satu mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 98, Indah Permata Suci, mengatakan keterlibatan mahasiswa memberikan pengalaman langsung mengenai pentingnya pemantauan kesehatan anak sejak usia dini.

“Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya tentang membantu pelayanan Posyandu, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar langsung bersama masyarakat. Kami senang bisa ikut berkontribusi di Posyandu Mekar Mukti 2, karena kesehatan dan pola gizi balita perlu diperhatikan sejak kecil agar tumbuh kembang mereka dapat berjalan dengan baik,” ujar Indah.

Menurutnya, keterlibatan di Posyandu juga membuat mahasiswa memahami bahwa pemantauan tumbuh kembang anak membutuhkan perhatian secara berkelanjutan, bukan hanya ketika anak mengalami masalah kesehatan.

Petugas Posyandu Mekar Mukti 2, Masrini, menyebut dukungan mahasiswa membantu kelancaran pelayanan. Terlebih, kader Posyandu terkadang menghadapi keterbatasan tenaga ketika jumlah peserta meningkat atau ada petugas yang tidak dapat hadir.

“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya kolaborasi bersama mahasiswa. Kami sering merasa kewalahan saat kegiatan Posyandu, apalagi ketika ada petugas yang berhalangan hadir. Dengan adanya mahasiswa, pelayanan menjadi lebih ringan dan terbantu,” kata Masrini.

Selain pengukuran berat dan tinggi badan, balita yang hadir mendapatkan vitamin dan susu sebagai bagian dari layanan pendukung pemenuhan gizi.

Baca Juga  ORISUN Jadi Intervensi Lansia OAP Rentan di Raja Ampat, Ini Landasan Kebijakan dan Datanya

Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa pelayanan Posyandu tidak hanya berfungsi sebagai tempat penimbangan, tetapi menjadi salah satu sarana pemantauan kondisi pertumbuhan anak secara berkala sekaligus ruang interaksi antara kader kesehatan dan orang tua.

Kolaborasi dengan mahasiswa KKN menjadi tambahan dukungan tenaga dalam pelaksanaan layanan di lapangan. Bagi masyarakat, keberlanjutan pemantauan dan pencatatan tumbuh kembang balita tetap menjadi bagian penting untuk memastikan kebutuhan kesehatan dan gizi anak dapat diketahui sejak dini.