Lindungi Kekayaan Laut Raja Ampat, GEMPHA Apresiasi Langkah Ditpolairud Polda Papua Barat Daya

WAISAI – Ketua Generasi Muda Pejuang Hak Adat Papua (GEMPHA) Papua Barat Daya, Rojer Mambraku, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan patroli laut dan penegakan hukum yang dilakukan Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Papua Barat Daya di kawasan perairan Kepulauan Raja Ampat. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian penting dari upaya menjaga kelestarian salah satu kawasan konservasi laut paling bernilai di dunia.

Rojer menegaskan bahwa Raja Ampat bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Papua Barat Daya, tetapi juga merupakan aset nasional dan dunia yang memiliki kekayaan hayati luar biasa. Karena itu, setiap bentuk aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem laut harus ditindak secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Generasi Muda Pejuang Hak Adat Papua (GEMPHA) Papua Barat Daya memberikan dukungan penuh kepada Direktorat Airud Polda Papua Barat Daya dalam melaksanakan patroli laut dan penegakan hukum di wilayah perairan Raja Ampat. Kawasan ini harus dijaga bersama karena merupakan warisan alam yang tidak ternilai,” kata Rojer, Kamis (6/8/2026).

Ia menjelaskan, hampir seluruh wilayah perairan Kepulauan Raja Ampat telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi laut dengan luas mencapai sekitar dua juta hektare. Kawasan tersebut mencakup pulau-pulau utama seperti Waigeo, Batanta, Salawati, dan Misool yang dikenal memiliki tingkat keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia.

Menurut Rojer, perairan Raja Ampat menjadi habitat bagi sekitar 75 persen spesies karang dunia, ratusan jenis ikan karang, serta berbagai satwa laut yang dilindungi seperti pari manta dan hiu berjalan. Kekayaan tersebut menjadi alasan kuat mengapa pengawasan di kawasan ini harus dilakukan secara konsisten.

Ia menilai patroli laut yang dilaksanakan aparat kepolisian memiliki peran strategis dalam mencegah berbagai aktivitas ilegal, mulai dari penangkapan ikan yang merusak, perdagangan satwa laut yang dilindungi, hingga pelanggaran lain yang dapat mengancam keberlangsungan ekosistem pesisir dan laut Raja Ampat.

Baca Juga  Perangi Korupsi dari Hulu, Kantah Raja Ampat Gandeng PPAT Perkuat Integritas Pelayanan Publik

Rojer berharap Direktorat Airud Polda Papua Barat Daya terus meningkatkan intensitas patroli rutin di seluruh wilayah perairan Raja Ampat. Menurutnya, pengawasan yang berkesinambungan akan memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan lingkungan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat pesisir dan para wisatawan.

“Patroli rutin harus terus ditingkatkan. Penegakan hukum juga harus dilakukan secara profesional, konsisten, dan tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang melakukan pelanggaran di kawasan konservasi Raja Ampat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap laut Raja Ampat merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat adat, maupun seluruh elemen masyarakat. Keberhasilan menjaga kawasan konservasi, menurutnya, akan berdampak langsung terhadap keberlanjutan sektor perikanan, pariwisata, dan kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut.

Rojer juga mengingatkan bahwa kerusakan ekosistem laut tidak hanya mengancam keberlangsungan flora dan fauna, tetapi juga dapat mengurangi daya tarik wisata Raja Ampat yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi bahari terbaik di dunia. Karena itu, ia menegaskan tidak boleh ada ruang kompromi terhadap setiap tindakan yang merusak lingkungan laut di Raja Ampat.

“Tidak ada toleransi bagi siapa pun yang datang untuk merusak laut Raja Ampat. Siapa pun pelakunya harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Kelestarian Raja Ampat adalah harga mati yang harus kita jaga bersama demi generasi sekarang dan generasi yang akan datang,” tegas Rojer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *