“Tidak Cukup Hanya Omon-Omon”

RENUNGAN HARIAN, KAMIS, 25 JUNI 2026; Pekan Biasa XII

Oleh: RD. Ardus Endi

Bacaan-bacaan suci hari ini diambil dari dua perikopbacaan, I: 2Raj.24:8-17; dan Injil Mat. 7:21-29. Ada 2 hal yang menjadi fokus pewartaan Yesus dalam narasi Injil hari ini:

Pertama, pentingnya iman yang dihayati dengan mata terbuka. Kepada para murid dan seluruh barisan pendengar-Nya, Yesus dengan lantang katakan: “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan!’akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di Surga” (Mat. 7:21). 

Dengan ini, Yesus hendak mengingatkan bahwa iman tidak boleh berhenti pada level kata-kata saja, tetapi juga mesti diperlihatkan dalam tindakan hidup sehari-hari. Sebab, iman yang kita miliki selain bersifat personal, tetapi juga berdimensi sosial. Karena itu, selain bermakna bagi diri sendiri, iman yang kita miliki juga mesti berdampak bagi sesama.

Teruslah berbuat baik kapan dan dimana pun berada; taburkan kebaikan entah baik atau tidak baik waktunya; kasihilah sesama tanpa memandang perbedaan dan rangkullah semua orang tanpa memandang suku, ras, dan agama. Ini memang tidak mudah, tetapi tidak berarti mustahil untuk dilakukan. Untuk setiap orang yang punya kemauan, pasti selalu ada jalan untuk melakukan yang terbaik. 

Kedua, ajakan untuk menjadi pribadi yang bijaksana. Ajakan ini secara tersirat terungkap dalam kalimat yang disampaikan Yesus: “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas wadas” (Mat. 7:24). 

Menjadi pribadi yang bijaksana berarti menjadi pribadi yang mampu menjaga harmonisasi antara kata-kata dan kesaksian hidup. Kesetiaan untuk mendengar dan/atau berkata-kata, mesti dibarengi dengan komitmen untuk bertindak secara nyata. Sebab, terkadang nasihat enak didengar, tetapi akan menjadi bermakna ketika itu direalisasikan. Verba docent, exempla trahunt (Kata-kata hanya mengajar, tetapi sikap hidup memberi kekuatan). 

Baca Juga  Bangkit dan Bersatu! Bupati Raja Ampat Ajak Masyarakat Membangun Bersama

Tentang ini, mari kita belajar dari sosok Yesus. Kita berjuang dari hari ke hari untuk menjadi pribadi yang bijaksana. Kita berjuang agar tidak ada jarak yang begitu lebar antara kata-kata dan aksi nyata.

Saudara/-I terkasih, semoga Tuhan berkenan memberkatisetiap niat baik kita dan senantiasa memampukan kita semuauntuk menjadi pribadi yang bijaksana. Amin.