Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus Jadi Momen Istimewa, 16 Anak Terima Komuni Pertama di Waisai

RAJA AMPAT— Suasana penuh sukacita dan kekhusyukan mewarnai perayaan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (Corpus Christi) di Gereja Stasi Santa Maria Mater Dei Waisai, Minggu (7/6/2026). Dalam momentum istimewa tersebut, sebanyak 16 anak menerima Sakramen Komuni Pertama, sementara satu orang umat resmi dibaptis dan diterima menjadi anggota Gereja Katolik.

Perayaan Ekaristi dipimpin langsung oleh Pastor Paroki Maria Bintang Laut Doom, Pastor Martin Hombahomba, Pr., serta dihadiri keluarga peserta komuni pertama, para umat, dan kerabat yang datang memberikan dukungan rohani bagi anak-anak yang menerima sakramen.

Dalam khotbahnya, Pastor Martin menegaskan bahwa perayaan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus menjadi pengingat akan kasih Allah yang senantiasa menyertai umat-Nya, terutama di tengah berbagai pergumulan hidup.

Mengacu pada bacaan pertama, Pastor Martin mengingatkan umat akan perjalanan bangsa Israel yang pernah hidup dalam penindasan di Mesir sebelum dibebaskan Allah melalui Nabi Musa. Di tengah perjalanan panjang di padang gurun, bangsa Israel mengalami kelaparan, kelelahan, hingga kekecewaan. Namun, Allah tetap setia pada janji-Nya dengan memberi mereka makanan sebagai tanda pemeliharaan dan kasih-Nya.

“Pengalaman bangsa Israel itu relevan dengan kehidupan kita saat ini. Sering kali manusia mengalami kekosongan batin, kekecewaan, penderitaan, dan pergulatan hidup. Namun Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Tuhan tetap hadir dan memberi kekuatan,” ujar Pastor Martin dalam homilinya.

Ia menjelaskan bahwa melalui Ekaristi, umat Katolik memperoleh penguatan rohani. Tubuh dan Darah Kristus menjadi sumber kehidupan iman yang mempersatukan orang-orang percaya di tengah dunia yang penuh tantangan dan ketidakpastian.

Dalam bacaan kedua, lanjut Pastor Martin, Rasul Paulus mengingatkan umat bahwa meskipun banyak, semua orang beriman dipersatukan dalam satu tubuh Kristus melalui roti Ekaristi yang sama. Karena itu, perpecahan bukanlah tujuan hidup orang beriman.

Baca Juga  Pemkab Raja Ampat Salurkan 16 Ekor Sapi Kurban Se-Raja Ampat Sambut Idul Adha 1447 H

“Ekaristi adalah sumber dan puncak kehidupan iman Kristiani. Di dalamnya, kita dipersatukan kembali oleh kasih Kristus. Ketika kita datang membawa kelemahan, persoalan, dan kekurangan hidup, Kristus hadir menguatkan dan memulihkan kita,” katanya.

Menurutnya, Ekaristi juga menjadi “obat jiwa” yang menyegarkan kembali semangat hidup umat beriman. Setelah dikuatkan melalui Tubuh dan Darah Kristus, umat diutus kembali ke tengah dunia untuk menghadirkan kasih, harapan, dan penghiburan bagi sesama.

Momentum penerimaan Komuni Pertama juga menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para orang tua. Dalam kesempatan tersebut, mewakili para orang tua peserta Komuni Pertama, Petrus Rabu menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas pendampingan Gereja terhadap anak-anak mereka hingga menerima sakramen penting tersebut.

Ia berharap anak-anak yang telah menerima Komuni Pertama dapat terus bertumbuh dalam iman, hidup dekat dengan Tuhan, serta menjadi pribadi yang baik di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat.

Perayaan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto keluarga, menandai momen bersejarah bagi para peserta yang untuk pertama kalinya menerima Tubuh Kristus dalam Sakramen Ekaristi.

Writer: Agustinus Guntur