Bupati Orideko Burdam Minta Kepala Desa yang baru di Lantik Bangun Desa Bersama Masyarakat

RAJA AMPAT —Pemerintah Kabupaten Raja Ampat resmi melantik para kepala kampung terpilih hasil pemilihan tahun 2025, Minggu (18/5/2026). Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, sebagai bagian dari upaya memperkuat pemerintahan kampung dan pelayanan kepada masyarakat.

Usai pelantikan, para kepala kampung langsung mengikuti kegiatan pembekalan dan retret kepemimpinan yang disiapkan pemerintah daerah. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pedoman, arah kerja, serta pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab kepala kampung dalam menjalankan pemerintahan di wilayah masing-masing.

Bupati Raja Ampat mengatakan, pelantikan baru dapat dilaksanakan pada 18 Mei 2026 setelah seluruh tahapan pemilihan kepala kampung tahun 2025 selesai dilakukan. Menurutnya, pembekalan menjadi bagian penting agar para kepala kampung memiliki kesiapan sebelum mulai bekerja dan melayani masyarakat.

“Hari ini kami melakukan pelantikan kepala kampung yang telah melaksanakan pemilihan tahun 2025. Setelah pelantikan, mereka langsung mengikuti pembekalan dan retret supaya menjadi pegangan dalam bekerja, melayani masyarakat, dan membangun kampung masing-masing,” ujar Orideko kepada awak media.

Ia menjelaskan, materi pembekalan akan menjadi pedoman bagi kepala kampung dalam menjalankan program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah berharap seluruh kepala kampung mampu memahami arah kebijakan pembangunan daerah sekaligus menerapkannya di tingkat kampung.

Orideko juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama proses pemilihan hingga pelantikan berlangsung. Ia berharap para kepala kampung yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan baik dan benar-benar hadir untuk masyarakat.

“Kami mengharapkan kepala kampung dapat melayani masyarakat di kampungnya masing-masing, membangun kampung, dan melaksanakan program-program yang diusulkan masyarakat sendiri,” katanya.

Dalam arahannya, Bupati Raja Ampat menekankan pentingnya kepemimpinan yang merangkul seluruh warga tanpa membedakan kelompok maupun kepentingan tertentu. Ia meminta para kepala kampung meninggalkan pola pikir yang dapat memecah persatuan masyarakat.

Baca Juga  Kemenkes RI Monitoring dan Evaluasi Program Pendayagunaan Nakes dan Penempatan Dokter Spesialis di Raja Ampat

Menurut Orideko, seorang pemimpin kampung harus menjadi milik seluruh masyarakat dan mampu menciptakan suasana kebersamaan di tengah warga. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi sekat-sekat atau kelompok yang menimbulkan perpecahan setelah proses pemilihan selesai.

“Kalau sudah menjadi pemimpin, berarti menjadi milik semua masyarakat. Tidak boleh lagi ada perbedaan-perbedaan yang memisahkan masyarakat. Semua harus dirangkul bersama,” tegasnya.

Selain itu, ia meminta seluruh kepala kampung menjalankan tugas sesuai regulasi dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah kampung, kata dia, harus mengedepankan transparansi, musyawarah, dan keterlibatan masyarakat dalam setiap program pembangunan.

Bupati juga menegaskan bahwa kepala kampung harus dekat dengan masyarakat serta aktif mendengar aspirasi warga. Ia berharap setiap program yang dijalankan benar-benar berasal dari kebutuhan masyarakat dan dilaksanakan secara bersama-sama.

“Kepala kampung harus dekat dengan masyarakat, duduk bersama membahas apa yang harus dibuat di kampung. Program itu direncanakan bersama dan dilaksanakan bersama demi kemajuan kampung,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat berharap pelantikan dan pembekalan tersebut menjadi awal lahirnya kepemimpinan kampung yang lebih baik, responsif, dan mampu mendorong pembangunan yang merata di seluruh wilayah Raja Ampat.

Writer : Dony Kumuai