KKN-PPM UGM di Waisai Garap Air Bersih, Isu Hukum hingga Rehabilitasi Mangrove

RAJA AMPAT – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode II Tahun 2026 menjalankan sejumlah program berbasis kebutuhan masyarakat selama ditempatkan di empat kelurahan di Distrik Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat.

Empat wilayah tersebut meliputi Kelurahan Waisai Kota, Warmasen, Sapordanco, dan Bonkawir. Sejumlah program yang dijalankan mencakup pemetaan sumber daya air bersih, penyuluhan hukum, penyusunan policy brief, hingga rehabilitasi dan pemantauan kawasan mangrove.

Koordinator Mahasiswa KKN-PPM UGM Sorai Waisai, Ihza Wijaya, mengatakan salah satu program yang dilakukan di Kelurahan Waisai Kota adalah survei sumber daya air bersih menggunakan metode geolistrik.

Survei tersebut berkolaborasi dengan Kodim 1805 Raja Ampat dan diarahkan untuk mendukung rencana pengeboran sumur air di Panti Asuhan Andifa Perkasa.

“Di Kelurahan Waisai Kota, kami melaksanakan survei sumber daya air bersih berbasis geolistrik yang berkolaborasi dengan Kodim 1805 Raja Ampat, sebagai upaya mendukung pengeboran sumur air di Panti Asuhan Andifa Perkasa,” kata Ihza, Sabtu (1/8/2026).

Selain survei geolistrik, mahasiswa juga melakukan identifikasi akuifer air tanah serta pemetaan kualitas sumur warga di Waisai Kota. Data tersebut diarahkan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi sumber air tanah dan kualitas sumur yang digunakan masyarakat.

Program lainnya dilaksanakan di Kelurahan Warmasen dengan mengangkat isu sosial dan hukum. Mahasiswa menggelar penyuluhan hukum serta menyusun policy brief yang membahas persoalan nikah siri dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Sementara di Kelurahan Bonkawir, program KKN diarahkan pada aspek lingkungan melalui rehabilitasi mangrove dan pemantauan kawasan mangrove menggunakan Google Earth Engine. Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk memantau kondisi kawasan mangrove secara lebih sistematis.

Baca Juga  Semarak HUT ke-15 Gereja Mater Dei Waisai, Umat Gelar Jalan Sehat dan Aksi Bersih Lingkungan

Rangkaian program tersebut menunjukkan pendekatan KKN-PPM UGM di Waisai tidak hanya berfokus pada kegiatan sosial, tetapi juga menggabungkan pendekatan teknis, hukum, dan lingkungan sesuai dengan persoalan yang ditemui di masing-masing wilayah.

Ihza mengatakan keberlanjutan program menjadi salah satu hal yang diharapkan setelah masa KKN berakhir. Menurutnya, kolaborasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan perlu dilanjutkan agar hasil kegiatan tidak berhenti setelah mahasiswa meninggalkan lokasi pengabdian.

KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 di Distrik Kota Waisai kemudian ditutup melalui Festival Sorai Waisai dan Fun Run yang berlangsung di Pantai WTC (Waisai Torang Cinta), Sabtu (1/8/2026).

Program-program yang telah dijalankan menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa dalam memahami persoalan lokal sekaligus mendorong pemanfaatan pendekatan berbasis data dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya terkait air bersih, persoalan sosial-hukum, serta perlindungan ekosistem pesisir.