RAJA AMPAT – Wakil Bupati Raja Ampat, Drs. Mansyur Syahdan, M.Si, menghadiri Ibadah Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Pastori Jemaat GKI Bukit Zaitun Moko, Klasis Raja Ampat, di Moko, Kelurahan Bongkawir Distrik Waisai Kota, Senin (3/8/2026).
Momentum tersebut menjadi simbol dimulainya pembangunan fasilitas pelayanan gereja yang diharapkan semakin memperkuat kehidupan rohani masyarakat setempat.
Ibadah tersebut dihadiri Wakil Ketua Badan Pekerja Klasis (BPK) GKI Raja Ampat, Anggota DPRK Raja Ampat, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) GKI Bukit Zaitun Moko, para majelis, serta jemaat GKI Bukit Zaitun Moko.
Prosesi peletakan batu pertama dilakukan secara bergantian sebagai simbol kebersamaan. Batu pertama diletakkan oleh Wakil Ketua BPK GKI Raja Ampat, disusul batu kedua oleh Wakil Bupati Raja Ampat, batu ketiga oleh sesepuh GKI Bukit Zaitun Moko, dan peletakan batu terakhir dilakukan oleh perwakilan pemilik hak ulayat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai adat yang hidup di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Raja Ampat menyampaikan bahwa pembangunan rumah pastori merupakan wujud nyata semangat gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan jemaat dalam mendukung pelayanan gerejawi. Menurutnya, rumah pastori tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal bagi pelayan Tuhan, tetapi juga menjadi pusat pembinaan rohani yang akan memperkuat iman, pelayanan, dan kehidupan spiritual jemaat di Kampung Moko.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pelaksana Harian Majelis Jemaat GKI Bukit Zaitun Moko beserta seluruh warga jemaat atas inisiatif dan kerja keras dalam mewujudkan pembangunan rumah pastori ini,” ujar Mansyur Syahdan.
Ia menilai semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh jemaat menjadi cerminan nilai-nilai luhur masyarakat Raja Ampat yang selama ini menjunjung tinggi persatuan, kekeluargaan, serta kerukunan antarumat beragama. Lebih lanjut, Mansyur menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus berjalan seiring dengan pembangunan karakter, iman, dan spiritualitas masyarakat.
“Pembangunan iman dan spiritualitas masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah secara menyeluruh. Kehidupan beragama yang kuat akan melahirkan masyarakat yang berakhlak mulia, harmonis, dan memiliki semangat untuk berkontribusi dalam pembangunan Raja Ampat yang kita cintai bersama,” katanya.
Melalui momentum peletakan batu pertama tersebut, Wakil Bupati mengajak seluruh jemaat dan masyarakat Kampung Moko untuk terus menjaga semangat persatuan serta bergotong royong hingga pembangunan rumah pastori selesai. Ia berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti sehingga nantinya rumah pastori dapat segera dimanfaatkan untuk menunjang pelayanan gereja dan pembinaan umat.
“Semoga apa yang kita mulai hari ini dapat berjalan dengan lancar, tanpa hambatan yang berarti, hingga dapat segera diselesaikan dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya,” tutupnya.

Pembangunan Rumah Pastori GKI Bukit Zaitun Moko diharapkan menjadi tonggak penguatan pelayanan gereja sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah daerah, gereja, masyarakat adat, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan kehidupan yang harmonis serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Raja Ampat.












