Raja Ampat Siapkan “Kampung Inggris” di Sawinggrai, DPRK Dorong Lompatan Mutu Pendidikan

banner 120x600

Waisai, RajaAmpatNews – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, memasuki babak baru. Pemerintah daerah sedang merancang pendirian Kampung Inggris yang rencananya akan berlokasi di Kampung Sawinggrai, Distrik Meosmansar wilayah yang terkenal sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Langkah strategis ini mendapatkan perhatian khusus dari Anggota Komisi I DPRK Raja Ampat, Muammar Khadafi, yang turun langsung ke Sawinggrai dalam agenda Reses Tahap III untuk meninjau lokasi sekaligus menyerap aspirasi dari Yayasan Cahaya Anak Papua, salah satu lembaga pendidikan dengan standar pengajaran bertaraf internasional di Raja Ampat.

“Kami ingin memastikan pembangunan Kampung Inggris benar-benar menjawab kebutuhan daerah. Komisi I bermitra dengan Dinas Pendidikan, sehingga kami perlu mendengar masukan dari lembaga yang sudah menerapkan standar pembelajaran internasional,” ujar Khadafi, Senin (1/12/2025).

Khadafi menegaskan bahwa pembangunan Kampung Inggris bukan sekadar proyek pendidikan, melainkan investasi sumber daya manusia. “Dengan standar internasional, yang harus dikejar adalah kualitas, bukan kuantitas. Kita ingin anak-anak Raja Ampat mampu bersaing, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” tegasnya.

Yayasan Cahaya Anak Papua Siap Dukung Program Kampung Inggris

Pendiri Yayasan Cahaya Anak Papua, Yonas, menyambut hangat inisiatif pemerintah. Ia menilai program ini sebagai momentum memperkuat kolaborasi pendidikan dan memperluas akses belajar bahasa Inggris secara intensif.

“Kami memiliki standar pendidikan yang menekankan akhlak: kejujuran, kedisiplinan, integritas, rasa hormat, kepedulian, serta disiplin. Nilai-nilai ini wajib dimiliki seluruh siswa SMK Cahaya Anak Papua,” jelas Yonas.

Selain itu, yayasan menerapkan sistem pendidikan berbasis asrama, yang memberikan lingkungan belajar yang terkontrol dan terstruktur. Para siswa tidak hanya mengikuti pendidikan formal, tetapi juga aktivitas informal yang memanfaatkan kekayaan alam Raja Ampat.

“Melalui sistem asrama, siswa belajar langsung dari alam sekitarmulai dari konservasi, sosial, hingga pelajaran kehidupan lainnya. Ini penting untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan menghargai sesama,” tutup Yonas.

Writer: Aditya Nugroho II Editor: Petrus Rabu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *