HUT ke-81 RI, DLH Raja Ampat Dorong Gerakan Bersama Kelola Sampah dan Jaga Lingkungan Waisai

RAJA AMPAT – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimanfaatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Raja Ampat untuk mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Melalui rangkaian kegiatan lomba kebersihan dan edukasi lingkungan, DLH Raja Ampat menggelar dua agenda utama, yakni Lomba Pengelolaan Sampah Antar-Kelurahan serta Lomba Hias Lingkungan “Semarak HUT RI” Antar-Lingkungan/RT.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Raja Ampat, Adam Malik, dalam siaran pers yang diterima, RajaAmpatNews.Com Selasa (18/8/2026), mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pembinaan masyarakat untuk membangun kebiasaan hidup yang lebih ramah lingkungan.

Adam menjelaskan, Lomba Pengelolaan Sampah diikuti empat kelurahan di Distrik Kota Waisai, yakni Kelurahan Bonkawir, Sapordanco, Waisai Kota, dan Warmasen.

Penilaian dilakukan secara langsung di lapangan pada Minggu (16/8/2026). Dari hasil pemantauan tersebut, tim DLH melihat adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

“Melalui penilaian langsung di lapangan pada Minggu (16/8), terpotret peningkatan pemahaman warga terkait pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya, pemanfaatan sarana komposting, hingga menjaga kebersihan area pesisir,” ujar Adam.

Sementara itu, dalam Lomba Hias Lingkungan Antar-RT, antusiasme masyarakat terlihat melalui kreativitas warga dalam memanfaatkan berbagai bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Bahan daur ulang berbahan plastik, bambu, janur, serta material lokal lainnya dimanfaatkan untuk membuat berbagai dekorasi bernuansa merah putih, bendera, umbul-umbul hingga tempat sampah kreasi.

Di balik antusiasme masyarakat, hasil evaluasi lapangan tim juri DLH juga menemukan sejumlah persoalan yang masih perlu mendapat perhatian. Salah satunya adalah kebiasaan sebagian warga membakar sampah.

DLH Raja Ampat mengingatkan bahwa pembakaran sampah secara terbuka tidak hanya berpotensi mencemari udara dan mengganggu kualitas lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran permukiman maupun lahan, terutama di tengah kondisi musim kemarau.

Karena itu, DLH menilai kegiatan lomba lingkungan harus dipandang lebih jauh dari sekadar perebutan piala atau penghargaan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi media pembinaan, edukasi sekaligus upaya mitigasi risiko lingkungan melalui peningkatan kesadaran masyarakat.

Baca Juga  Hadiah Pemenang Semarak Ramadhan 1447 H Diserahkan di Raja Ampat, Ini Daftar Juaranya

Adam Malik menegaskan, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus menjadi momentum untuk melakukan refleksi bersama mengenai persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.

“Di usia Indonesia yang ke-81 tahun ini, secara jujur kita harus mengakui bahwa kita belum sepenuhnya ‘merdeka’ dari permasalahan sampah yang berkelanjutan. Tantangan pengelolaan sampah di daerah kepulauan dan pesisir seperti Raja Ampat akan terus ada. Namun, hal itu bukan alasan untuk berhenti,” tegasnya.

Menurutnya, lomba yang digelar DLH merupakan salah satu pemantik untuk membangun gerakan bersama. Upaya menjaga kebersihan lingkungan, kata dia, harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Lomba ini adalah pemantik, dan gerakan bersama untuk memerangi sampah tidak boleh pernah padam,” katanya.

Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam,, memberikan apresiasi terhadap langkah DLH yang menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai ruang edukasi sekaligus membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Menurut Bupati Orideko, persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Penanganannya membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari rumah tangga, lingkungan RT/RW, kelurahan, dunia usaha, komunitas hingga generasi muda.

“Saya mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup ini. Semangat kemerdekaan harus kita maknai bukan hanya dengan berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga dengan membangun kesadaran untuk menjaga lingkungan tempat kita hidup. Kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Orideko.

Ia menegaskan, bagi Raja Ampat, menjaga lingkungan memiliki makna yang jauh lebih besar. Kelestarian alam merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat sekaligus menjadi kekuatan daerah yang dikenal memiliki kekayaan alam dan potensi wisata bahari yang luar biasa.

“Raja Ampat memiliki kekayaan alam yang luar biasa, tetapi kekayaan itu tidak akan berarti apabila kita tidak mampu menjaganya. Laut, pesisir, hutan, pulau-pulau kecil dan lingkungan tempat tinggal masyarakat harus kita rawat bersama,” tegasnya.

Baca Juga  Di Hadapan Santri dan Masyarakat Pandeglang, Menteri Nusron Tegaskan Pemimpin Harus Permudah Rakyat

Bupati berharap semangat menjaga kebersihan tidak berhenti setelah rangkaian lomba berakhir. Menurutnya, perubahan perilaku harus menjadi gerakan yang terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Raja Ampat tidak hanya diisi dengan semarak perayaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.

Gerakan menjaga kebersihan, memilah dan mengelola sampah, mengurangi pencemaran serta mencegah pembakaran sampah diharapkan dapat tumbuh menjadi budaya bersama masyarakat Waisai dan seluruh Raja Ampat.

Sebab, menjaga lingkungan hari ini bukan hanya tentang menciptakan kawasan yang bersih dan nyaman, tetapi juga tentang memastikan kekayaan alam Raja Ampat tetap lestari bagi generasi yang akan datang.