RAJA AMPAT – Gedung Gereja Baru GKI Marthen Luther di Kampung Yenbeser, Distrik Waigeo Selatan, Kabupaten Raja Ampat, berhasil diresmikan dan ditahbiskan pada Jumat (30/10/2026). Peresmian tersebut berlangsung khidmat dan penuh sukacita, dirangkaikan dengan peresmian pagar gereja yang disaksikan ratusan jemaat serta tamu undangan.
Peresmian pagar gereja menjadi prosesi pembuka yang dilakukan oleh Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, bersama Ketua Klasis Raja Ampat, Pdt. Raffles Yansen Mambrasar. Keduanya mewakili pemerintah daerah dan pihak gereja dalam prosesi pemotongan pita sebagai tanda diresmikannya pagar gedung gereja tersebut.
Setelah prosesi peresmian pagar, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan ibadah di gedung gereja lama. Selanjutnya, jemaat dan para tamu undangan melakukan perarakan menuju gedung gereja baru untuk mengikuti prosesi peresmian dan pentahbisan.
Prosesi tersebut diawali dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Raja Ampat dan Ketua Klasis Raja Ampat, kemudian dilanjutkan dengan ibadah pentahbisan di dalam gedung gereja baru.

Dalam sambutannya, Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam menyampaikan puji dan syukur kepada Tuhan atas kasih dan penyertaan-Nya sehingga seluruh jemaat dapat berkumpul dalam momentum bersejarah tersebut.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Orideko menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jemaat GKI Marthen Luther Yenbeser dan panitia pelaksana atas keberhasilan menyelesaikan pembangunan gedung gereja baru.
Menurutnya, gedung gereja yang berdiri megah tersebut merupakan buah dari iman, doa, pengorbanan, serta kerja keras seluruh jemaat yang telah bersatu dalam mewujudkan pembangunan rumah ibadah.
Ia mengingatkan bahwa Mazmur 127 mengajarkan bahwa tanpa Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya. Karena itu, keberhasilan pembangunan gereja tersebut patut disyukuri sebagai karya Tuhan yang bekerja melalui tangan umat-Nya.
“Saya menyadari bahwa membangun rumah ibadah membutuhkan kesabaran, pengorbanan, dan persatuan hati. Setiap persembahan, tenaga, dan doa yang dicurahkan jemaat tidak pernah sia-sia di hadapan Tuhan. Hari ini, semuanya menjadi kesaksian bahwa kebersamaan mampu mewujudkan hal-hal besar,” ungkapnya.
Bupati Orideko menegaskan, pentahbisan gedung gereja bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab pelayanan yang lebih besar. Gedung tersebut diharapkan menjadi tempat umat berdoa, mendengarkan firman Tuhan, memperkuat iman, serta membangun semangat pelayanan kepada sesama.

Ia juga mengingatkan bahwa gereja bukan sekadar bangunan fisik, melainkan persekutuan umat yang dipanggil untuk menjadi terang dan garam di tengah kehidupan masyarakat.
Menurutnya, keindahan sebuah gedung gereja akan memiliki makna yang sesungguhnya apabila di dalamnya tumbuh kasih, pengampunan, kepedulian, dan semangat untuk melayani sesama.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa gereja selama ini memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam membina kehidupan rohani, mendidik generasi muda, serta menjaga kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Raja Ampat.
Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, lanjutnya, menghargai kontribusi gereja dan berkomitmen untuk terus membangun kerja sama dalam mewujudkan masyarakat yang beriman, cerdas, sehat, dan sejahtera.
Dalam kesempatan tersebut, Orideko juga mengajak pihak gereja untuk mendukung kebijakan jam belajar malam bagi para pelajar, yang diberlakukan setiap Senin hingga Sabtu, mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WIT.
Menurutnya, dukungan gereja dan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, disiplin, serta mendukung peningkatan prestasi pendidikan.

Kepada seluruh jemaat GKI Marthen Luther Yenbeser, Bupati menitipkan empat pesan penting. Pertama, menjadikan gedung gereja sebagai pusat persekutuan dan pelayanan, bukan hanya pada hari Minggu, tetapi dalam seluruh aspek kehidupan.
Kedua, merawat dan menjaga bangunan gereja dengan penuh tanggung jawab serta semangat gotong royong. Ketiga, terus memelihara kerukunan dengan saudara-saudara yang berbeda agama, suku, dan adat istiadat. Keempat, menjadi bagian dari keluarga dan masyarakat yang peduli terhadap generasi muda serta kelestarian alam ciptaan Tuhan, baik di darat maupun di laut Raja Ampat.
Pada kesempatan itu, Orideko turut menyampaikan penghargaan kepada panitia pelaksana, Badan Pekerja Klasis Raja Ampat, Majelis Jemaat, serta seluruh pihak yang telah memberikan dedikasi dan kontribusi sehingga pembangunan gedung gereja tersebut dapat diselesaikan.
Kegiatan peresmian dan pentahbisan Gedung Gereja Baru GKI Marthen Luther Yenbeser ini turut dihadiri Ketua Klasis Raja Ampat, Ketua FKUB Raja Ampat, Ketua TP-PKK Raja Ampat, Ketua Klasis Kaimana, anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat Daya, Ketua LMA Beteuw Kafdarun, staf ahli Bupati, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat.
Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Raja Ampat, Kepala Distrik Waigeo Selatan, tokoh adat, tokoh pemuda, mantan pimpinan jemaat Yenbeser, seluruh majelis jemaat, Ketua PHMJ, serta perwakilan Kapolres Raja Ampat yang diwakili Kabag SDM.
Momentum bersejarah ini menjadi ungkapan syukur sekaligus bukti nyata persatuan dan kebersamaan jemaat GKI Marthen Luther Yenbeser dalam membangun rumah Tuhan. Lebih dari sekadar hadirnya gedung baru, peresmian dan pentahbisan tersebut diharapkan semakin memperkuat kehidupan iman, persaudaraan, pelayanan, serta kerukunan di tengah masyarakat Raja Ampat.












