Berbeda Wilayah, Satu Iman PAM GKI Maranatha Yensner dan Alfa Omega Aminweri Perkuat Persaudaraan

RAJA AMPAT – Persekutuan Anggota Muda (PAM) GKI Maranatha Yensner, Klasis Raja Ampat Utara, bersama PAM GKI Alfa Omega Aminweri, Klasis Supiori Selatan, menggelar kegiatan Wisata Rohani yang berlangsung selama satu pekan, mulai 26 Oktober hingga 1 November 2026 di jemaat GKI Alfa Omega Aminweri.

Kegiatan yang mempertemukan dua unsur Persekutuan Anggota Muda dari klasis dan wilayah pelayanan berbeda tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan persaudaraan, membangun kebersamaan, serta memperkuat iman dan semangat pelayanan di lingkungan Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua.

Rangkaian kegiatan Wisata Rohani tersebut secara resmi ditutup melalui ibadah penutupan yang berlangsung di Jemaat GKI Alfa Omega Aminweri, Klasis GKI Supiori Selatan, pada Minggu, 1 November 2026.

Ibadah penutupan dipimpin langsung oleh Ketua Klasis GKI Supiori Selatan, Pdt. Jacob Gifelem, S.Th. Kehadiran pimpinan klasis dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pembinaan generasi muda gereja melalui persekutuan, pelayanan, dan kegiatan kerohanian.

Wisata Rohani ini bukan sekadar agenda kunjungan atau kegiatan rekreasi antarpemuda gereja. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan iman bagi kedua unsur PAM untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, belajar bersama, serta membangun semangat pelayanan yang lebih kuat.

Dalam kehidupan bergereja, Persekutuan Anggota Muda memiliki peran strategis sebagai bagian dari generasi penerus yang diharapkan mampu mengambil bagian dalam berbagai bentuk pelayanan jemaat.

Karena itu, melalui kegiatan tersebut, PAM GKI Maranatha Yensner dan PAM GKI Alfa Omega Aminweri diharapkan semakin memahami pentingnya kebersamaan, tanggung jawab, dan komitmen dalam menjalankan tugas pelayanan gereja.

Perbedaan wilayah geografis maupun klasis tidak menjadi penghalang untuk membangun persaudaraan. Sebaliknya, pertemuan tersebut menunjukkan bahwa semangat persekutuan dapat menyatukan generasi muda gereja dalam satu tujuan, yakni bertumbuh bersama dalam iman dan mengambil bagian dalam pelayanan Tuhan.

Baca Juga  Mahasiswa KKN -PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Gelar Festival “Sorai Waisai 2025” Di Raja Ampat

Kesuksesan pelaksanaan kegiatan Wisata Rohani selama satu pekan tersebut tidak terlepas dari kerja keras dan keterlibatan seluruh panitia, baik dari pihak tuan rumah maupun rombongan yang melaksanakan kunjungan balasan.

Ketua Panitia Tour Balasan, Samuel Dimara, bersama Ketua Panitia dari Jemaat GKI Alfa Omega Aminweri, Frengki Wadiwe, turut mengambil peran penting dalam mempersiapkan dan menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.

Koordinasi, kerja sama, serta dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan berjalan dengan baik hingga pelaksanaan ibadah penutupan.

Keterlibatan kedua panitia tersebut juga mencerminkan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan persekutuan tidak hanya ditentukan oleh satu atau dua orang, tetapi merupakan hasil kerja bersama yang dilandasi semangat kekeluargaan dan tanggung jawab pelayanan.

Melalui kegiatan Wisata Rohani ini, kedua unsur PAM diharapkan terus menjaga hubungan persaudaraan yang telah dibangun dan menjadikannya sebagai dasar untuk memperkuat pelayanan pada masa mendatang.

Persekutuan Anggota Muda bukan hanya menjadi wadah berkumpul bagi generasi muda gereja, tetapi juga tempat membentuk karakter, meningkatkan kedewasaan iman, serta mempersiapkan generasi yang mampu menjadi tulang punggung pelayanan jemaat.

Pengalaman selama satu pekan diharapkan menjadi bekal berharga bagi seluruh peserta, sehingga nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, saling menghargai, dan semangat melayani dapat terus diterapkan dalam kehidupan bergereja maupun kehidupan bermasyarakat.

Penutupan kegiatan di Jemaat GKI Alfa Omega Aminweri sekaligus menjadi penanda berakhirnya rangkaian Wisata Rohani yang mempertemukan dua unsur PAM dari wilayah pelayanan berbeda. Namun, berakhirnya kegiatan tersebut bukan berarti berakhirnya hubungan persaudaraan yang telah terjalin.

Justru, melalui perjumpaan ini, diharapkan lahir semangat baru untuk terus membangun komunikasi, mempererat hubungan antarpemuda gereja, dan saling mendukung dalam setiap bentuk pelayanan.

Baca Juga  Musrenbang RKPD 2027 Ditutup, Bupati Raja Ampat Tekankan SDM Unggul dan Integrasi Pariwisata Berkelanjutan

Sebab, perbedaan klasis dan wilayah bukanlah batas untuk membangun persaudaraan. Dalam satu iman dan satu persekutuan, generasi muda GKI dipanggil untuk terus bertumbuh, belajar, dan melayani bersama demi kemuliaan nama Tuhan. (rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *