RAJA AMPAT — Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menyiapkan penyaluran 260 ton beras bantuan pangan tahap IIuntuk masyarakat pada periode Agustus–September 2026. Bantuan tersebut dijadwalkan mulai disalurkan pada minggu depan, di tengah kekeringan berkepanjangan yang berpotensi memengaruhi ketersediaan pangan di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Raja Ampat, Dr. Hosea Ambrauw, mengatakan kesiapan teknis penyaluran menjadi agenda utama dalam pertemuan pemerintah daerah dengan Perum Bulog Sorong dan sejumlah kepala distrik di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Raja Ampat, Kamis (27/8/2026).
“Pertemuan tadi pagi membicarakan persiapan penyaluran bantuan pangan dalam bentuk beras tahap kedua untuk periode Agustus–September sebanyak 260 ton,” ujar Hosea.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Raja Ampat, Petrus Rabu, S.Fil, dalam siaran pers yang diterima Kamis (27/8/2026), menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan program Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang disalurkan melalui Perum Bulog ke Kabupaten Raja Ampat.
Menurut Hosea, pemerintah daerah telah melakukan koordinasi untuk memastikan distribusi bantuan berjalan tepat waktu dan tepat sasaran. Perkembangan persiapan juga telah disampaikan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Raja Ampat, Dr. Yusuf Salim.
Kekeringan berkepanjangan menjadi salah satu perhatian dalam persiapan penyaluran. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memberikan tekanan terhadap ketersediaan pangan, termasuk komoditas beras. Karena itu, bantuan pangan dipandang sebagai intervensi untuk menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan, khususnya warga yang terdampak kekeringan maupun kondisi lain yang mengganggu pemenuhan kebutuhan pangan.
Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam meminta distribusi bantuan dipercepat agar segera diterima masyarakat yang membutuhkan. Ia secara khusus menyoroti warga yang terdampak kekeringan dan kebakaran di sejumlah wilayah Raja Ampat.
“Ini luar biasa. Karena itu, distribusinya harus dipercepat agar masyarakat yang terdampak kekeringan dan kebakaran dapat segera menerima bantuan,” tegas Orideko.
Bantuan 260 ton tersebut merupakan kelanjutan dari penyaluran tahap pertama pada Mei 2026, ketika 180 ton berasdisalurkan kepada masyarakat Raja Ampat.
Selanjutnya, Pemkab Raja Ampat akan memperkuat koordinasi dengan Bulog, pemerintah distrik, dan pihak terkait untuk memastikan distribusi tahap II berlangsung sesuai jadwal dan menjangkau masyarakat sasaran.
Sementara itu, informasi mengenai penyaluran bantuan pangan tahap III masih menunggu kepastian lebih lanjut dari pemerintah dan pihak terkait.












