Raja Ampat Resmi Buka Pre-Event GeoFest 2026, Perkuat Jejaring Geopark Dunia dan Pariwisata Berkelanjutan

RAJA AMPAT – Raja Ampat UNESCO Global Geopark (UGGP) resmi membuka rangkaian Pre-Event The 7th Geotourism Festival & International Conference (GeoFest) 2026 melalui seremoni pembukaan dan penyambutan delegasi internasional yang berlangsung di Gedung Geological Information Center (GIC) Geopark Raja Ampat, Senin (8/6/2026).

Kegiatan berskala internasional yang berlangsung selama dua hari, 8–9 Juni 2026 ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat jejaring geopark dunia, khususnya di kawasan Asia Pasifik, sekaligus memperkenalkan model pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis green tourism di Raja Ampat.

Pembukaan kegiatan dilakukan secara resmi oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, melalui sambungan daring. Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata memberikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Raja Ampat UNESCO Global Geopark, Kaldera Toba UNESCO Global Geopark, serta Lenggong UNESCO Global Geopark dari Malaysia dalam membangun pengelolaan geopark berbasis masyarakat.

“Saya mengapresiasi kolaborasi antara UGGP Raja Ampat, UGGP Kaldera Toba, dan UGGP Lenggong Malaysia dalam bertukar praktik baik pengelolaan geopark berbasis masyarakat. Sinergi ini penting untuk memperkuat posisi Indonesia di jejaring global,” ujar Widiyanti.

Ia berharap melalui penyelenggaraan GeoFest 2026 akan lahir berbagai inovasi produk wisata berkualitas yang tetap menjaga nilai konservasi sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.

“Melalui GeoFest, saya berharap lahir inovasi produk wisata berkualitas yang menjaga nilai konservasi sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Kementerian Pariwisata mendukung penuh penguatan Geopark Raja Ampat sebagai destinasi berkelas dunia yang berkelanjutan,” tegasnya sebelum secara resmi membuka kegiatan tersebut.

Sementara itu, Bupati Raja Ampat yang diwakili Wakil Bupati Mansyur Syahdan, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan tamu undangan, khususnya delegasi dari Lenggong Geopark, Malaysia.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, kami menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta dan tamu undangan, khususnya para delegasi dari Lenggong Geopark Malaysia yang telah menempuh perjalanan jauh untuk hadir bersama kami di bumi Raja Ampat. Kehadiran Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian merupakan sebuah kehormatan besar bagi kami,” ungkap Mansyur.

Baca Juga  Bupati Raja Ampat Apresiasi Inovasi Teh Mangrove dan Olahan Ikan dari Mahasiswa KKN UGM

Menurutnya, Raja Ampat bukan hanya dikenal karena panorama alam bawah lautnya yang mendunia, tetapi juga merupakan wilayah yang menyimpan sejarah panjang peradaban, warisan geologi purba, kekayaan biodiversitas, serta nilai-nilai kearifan lokal masyarakat adat yang hidup harmonis dengan alam selama bergenerasi.

Ia menilai forum internasional seperti GeoFest menjadi ruang strategis untuk mempertemukan ilmu pengetahuan, tradisi, dan inovasi dalam satu semangat pembangunan berkelanjutan yang berpihak kepada lingkungan serta kesejahteraan masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan undangan yang sangat bermakna, bukan sekadar menikmati keindahan bumi dari kejauhan, tetapi benar-benar melangkah di atasnya dan mendengarkan suara-suara kearifan yang hidup di tengah masyarakatnya,” tambahnya.

Mansyur juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Pengelola Raja Ampat UNESCO Global Geopark atas kerja keras dan dedikasi dalam menyukseskan agenda internasional tersebut.

Di kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana, Mohammad Fikri, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi geopark internasional sekaligus mempromosikan integrasi antara warisan geologi, budaya, dan pariwisata berkelanjutan.

Menurut Fikri, Raja Ampat tidak hanya dikenal sebagai bentang alam karst yang menawan, melainkan kawasan yang memiliki keterkaitan erat antara sejarah geologi, keanekaragaman hayati, hingga jejak peradaban manusia purba dan kehidupan masyarakat adat saat ini.

“Raja Ampat bukan hanya sekadar lanskap batu karst, melainkan bentang alam yang menyimpan keterikatan erat antara sejarah geologi, kekayaan hayati, dan peradaban manusia purba hingga masyarakat adat hari ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, agenda hari pertama meliputi seremoni pembukaan, dialog budaya, serta pameran produk ekonomi kreatif bertajuk Front Yard Exhibition yang menampilkan beragam produk unggulan lokal seperti kerajinan noken dan kuliner khas Raja Ampat.

Sementara pada hari kedua, kegiatan akan dilanjutkan dengan sesi sharing session secara bauran (hybrid) bersama pengelola geopark nasional maupun internasional untuk membahas strategi integrasi promosi wisata hijau berbasis geopark.

Baca Juga  Menkomdigi Pastikan Mudik Makin Hemat, Paket Internet Lebih Murah Hingga 50 Persen

Sekitar 150 peserta dari berbagai unsur pemerintah, komunitas adat, akademisi, pelaku konservasi, hingga mitra stakeholder turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Program tersebut mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata RI, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, serta kolaborasi Badan Pengelola Raja Ampat UNESCO Global Geopark.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Raja Ampat Mansyur Syahdan, General Manager Badan Pengelola Raja Ampat UNESCO Global Geopark Klasina D. Rumbekwan, delegasi Lenggong Geopark Malaysia, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Raja Ampat, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah 23 Papua Barat, Kepala BBKSDA Papua Barat, Kepala BLUD UPTD KKP Raja Ampat, pimpinan Yayasan Konservasi Indonesia (YKI), Fauna & Flora International Program Raja Ampat, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), serta Ketua Yayasan Ruang Belajar Mayalibit.

Melalui penyelenggaraan Pre-Event GeoFest 2026, Raja Ampat semakin menegaskan posisinya tidak hanya sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga sebagai kawasan geopark yang mengedepankan keseimbangan antara konservasi, budaya, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Writer: Agustinus Guntur