RAJA AMPAT– Pemerintah Kabupaten Raja Ampat mendapat dukungan tambahan dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta musibah kebakaran lainnya. Panglima TNI mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) ke Kabupaten Raja Ampat sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah tersebut.
Dengan penambahan tersebut, kini Kota Waisai memiliki tiga unit mobil pemadam kebakaran yang siap digunakan untuk mendukung penanganan keadaan darurat, khususnya kebakaran hutan dan lahan yang mulai meningkat pada musim kemarau. Bantuan tersebut langsung dimanfaatkan dalam operasi pemadaman kebakaran lahan yang terjadi di kawasan depan Resort Pandawa, Kelurahan Sapordanco, Distrik Kota Waisai, Sabtu (25/7/2026).
Operasi pemadaman dimulai sekitar pukul 13.00 WIT dan dipimpin Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Raja Ampat, Abdul Muis, SE, dengan melibatkan sekitar 150 personel gabungan. Personel yang terlibat berasal dari Kodim 1805/Raja Ampat, satuan Damkar Kodim 1805/Raja Ampat, BPBD Kabupaten Raja Ampat, serta Polres Raja Ampat. Setibanya di lokasi, tim gabungan langsung mengerahkan satu unit mobil damkar milik Kodim 1805/Raja Ampat yang didukung dua unit mobil tangki air untuk melakukan pemadaman di titik api. Berkat koordinasi dan respons cepat seluruh personel, api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 17.05 WIT.

Kebakaran tidak sempat meluas ke kawasan hutan maupun lahan di sekitarnya, sehingga situasi di lokasi dapat dikendalikan dengan aman dan kondusif. Sekitar pukul 17.10 WIT, operasi penanganan kebakaran resmi dinyatakan selesai. Berdasarkan hasil evaluasi di lapangan, kebakaran lahan masih berpotensi terjadi akibat praktik pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara dibakar yang masih dilakukan sebagian masyarakat karena dinilai lebih cepat dan ekonomis.
Namun, metode tersebut memiliki risiko tinggi, terutama pada musim kemarau ketika vegetasi dalam kondisi kering. Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa kebakaran lahan dapat berkembang menjadi kebakaran hutan apabila tidak segera ditangani. Oleh karena itu, pengawasan, edukasi kepada masyarakat, serta kesiapsiagaan seluruh unsur penanggulangan bencana perlu terus ditingkatkan. Keberhasilan pemadaman kali ini menunjukkan sinergi yang kuat antara TNI, Polri, BPBD, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, dan masyarakat dalam mencegah meluasnya kebakaran.

Kolaborasi tersebut dinilai mampu meminimalkan dampak terhadap lingkungan, melindungi kawasan permukiman dan fasilitas umum, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Pemerintah Kabupaten Raja Ampat berharap dukungan tambahan armada pemadam kebakaran dari Panglima TNI semakin memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi berbagai potensi kebakaran, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan terkoordinasi.












