RAJA AMPAT – Puluhan pelajar yang terpilih sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Raja Ampat mulai menjalani pendidikan dan pelatihan sebagai persiapan pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pendidikan dan pelatihan tersebut digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Raja Ampat bersama Kodim 1805/RA di Gedung Wanita, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka.
Pelatihan tidak hanya diarahkan pada kemampuan teknis pengibaran dan penurunan bendera, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter para peserta. Mereka dibekali dengan kedisiplinan, kepemimpinan, nasionalisme, serta rasa cinta tanah air.
Wakil Bupati Raja Ampat, Mansur Syahdan, saat membuka kegiatan tersebut, meminta para peserta menjadikan seluruh proses pelatihan sebagai ruang untuk membangun karakter dan mental.
“Tanamkan dalam diri kalian nilai kedisiplinan, kepemimpinan, nasionalisme, dan cinta tanah air. Nilai-nilai inilah yang akan menjadi bekal kalian, jauh melampaui seremoni 17 Agustus nanti, hingga kalian menjadi pemimpin-pemimpin Raja Ampat di masa depan,” ujarnya.
Menurut Mansur, terpilih menjadi anggota Paskibraka merupakan sebuah kepercayaan sekaligus tanggung jawab. Dari ratusan pelajar di Kabupaten Raja Ampat, para peserta yang terpilih mendapat amanah untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada momentum peringatan kemerdekaan.
Karena itu, ia mengingatkan peserta agar mengikuti seluruh tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh. Proses tersebut, kata dia, tidak selalu mudah karena membutuhkan ketahanan fisik, kedisiplinan, serta kesiapan mental.
“Setiap tetes keringat yang kalian keluarkan hari ini adalah investasi untuk sebuah momen sakral yang mungkin hanya berlangsung beberapa menit, tetapi akan dikenang seumur hidup,” katanya.
Ia juga mendorong para peserta untuk membawa semangat sebagai anak-anak Raja Ampat dan menjadikan pengalaman selama mengikuti pelatihan sebagai bekal untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Kepada para pelatih dan pembina, Mansur berpesan agar proses pembinaan dilakukan secara tegas, namun tetap memperhatikan kondisi psikologis dan semangat para peserta.
“Saya titipkan anak-anak terbaik kami ini. Didiklah mereka dengan tegas namun penuh kasih. Bentuklah fisik mereka, tetapi jangan pernah lupa menjaga semangat dan hati mereka tetap menyala,” ujarnya.
Pendidikan dan pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada keberhasilan menjalankan tugas dalam upacara HUT ke-81 RI. Lebih dari itu, pengalaman sebagai Paskibraka diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi para pelajar untuk membangun disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan karakter yang dapat mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari.












