WAISAI, RajaAmpatNews– Rombongan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor melakukan kunjungan ke Pusat Informasi Geologi Geopark Raja Ampat setibanya di Kota Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya, Senin (9/3/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra, bersama pimpinan DPRK serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Biak Numfor.
Dalam kesempatan itu, Bupati Markus menyampaikan kekagumannya terhadap berbagai informasi geologi serta potensi alam yang dipaparkan di pusat informasi geopark tersebut. Meski kunjungan berlangsung singkat, rombongan mengaku memperoleh gambaran yang berharga mengenai sejarah terbentuknya gugusan Kepulauan Raja Ampat.
“Pertama hari ini kami bersama pimpinan DPR dan seluruh pimpinan OPD dari Kabupaten Biak Numfor boleh hadir di Raja Ampat. Cukup luar biasa ketika kami berada di pusat informasi geologi Geopark Raja Ampat ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai fasilitas informasi yang tersedia di gedung geopark mampu memberikan pemahaman yang mendalam mengenai sejarah geologis kawasan Raja Ampat serta potensi alam yang dimiliki wilayah tersebut.
Menurut Markus, sebagai orang Papua dirinya merasa bangga dan terharu melihat bagaimana gugusan pulau-pulau Raja Ampat terbentuk melalui proses geologi yang panjang.
“Terutama sebagai orang Papua, kita bangga dan terharu melihat bagaimana secara geologis gugusan Raja Ampat ini terbentuk dengan berbagai potensi alam yang luar biasa,” katanya.
Ia menegaskan, potensi yang dimiliki Raja Ampat tidak hanya terbatas pada keanekaragaman hayati laut, tetapi juga mencakup sumber daya alam serta kekayaan geologi yang sangat bernilai.
“Tidak saja alam hayati, tetapi juga sumber daya alam yang ada di Raja Ampat ini cukup luar biasa. Kita bersyukur kepada Tuhan karena di atas tanah Papua ada gugusan kepulauan yang menjadi anugerah bagi kita semua,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Markus juga menegaskan bahwa kedatangan rombongan dari Biak Numfor merupakan bagian dari upaya belajar langsung dari keberhasilan Kabupaten Raja Ampat dalam mengelola berbagai potensi daerah, khususnya di sektor pariwisata dan konservasi alam.
“Kami datang untuk belajar di Raja Ampat bagaimana pengelolaan berbagai potensi yang ada. Tidak saja dikenal dari sisi pariwisata, tetapi juga potensi geologi yang sangat menggugah bagi kami,” ujarnya.
Ia berharap keberhasilan pengelolaan potensi di Raja Ampat dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan daerah lain di Tanah Papua.
“Sukses Raja Ampat, sukses Papua, dan suksesnya Indonesia,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Klasina Rumbekwan, menjelaskan bahwa kunjungan kerja rombongan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor diawali dengan melihat langsung fasilitas di Pusat Informasi Geologi Geopark Raja Ampat sebelum melaksanakan agenda pertemuan resmi dengan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat.
Menurutnya, setelah kunjungan tersebut, rombongan akan mengikuti rapat bersama Bupati dan jajaran Pemerintah Kabupaten Raja Ampat yang digelar di Aula Wayag Kantor Bupati Raja Ampat.
“Kunjungan kerja Bupati Biak Numfor dan rombongan akan dilanjutkan dengan rapat bersama Bupati dan jajaran Pemerintah Kabupaten Raja Ampat di Aula Wayag Kantor Bupati Raja Ampat, namun sebelumnya berkunjung ke Pusat Informasi Geologi Geopark Raja Ampat,” jelasnya.
Ia berharap kunjungan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kabupaten Biak Numfor sekaligus memperkuat kerja sama antardaerah di Tanah Papua, khususnya dalam pengembangan sektor pariwisata.
“Kami percaya kunjungan ini akan menjadi inspirasi bagi Biak untuk bersama-sama membangun Papua Barat dan Papua pada umumnya, khususnya dalam pengembangan pariwisata,” kata Klasina.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya membangun jaringan kerja sama antarwilayah guna mendorong kemajuan sektor pariwisata yang berkelanjutan.
“Yang paling penting adalah membangun networking atau jaringan antara Raja Ampat dan Biak, sehingga kita bisa saling mendukung dalam pengembangan pariwisata di Tanah Papua,” pungkasnya.
Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu












