Berita  

Tokoh Pemuda Raja Ampat Ajak Hentikan Aktivitas di Grup Opini Pileg yang Dinilai Meresahkan

RAJA AMPAT– Tokoh pemuda Raja Ampat, Bongkis Burdam, mengajak seluruh elemen pemuda serta insan media untuk menghentikan aktivitas di sebuah grup media sosial Facebook bertajuk “Opini Pileg Raja Ampat” yang dinilai telah meresahkan masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Bongkis sebagai bentuk keprihatinan terhadap maraknya konten yang beredar di dalam grup tersebut. Ia menilai, ruang diskusi yang seharusnya menjadi sarana bertukar gagasan justru berubah menjadi wadah penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Grup ini sudah keluar dari tujuan awal. Banyak konten yang berisi fitnah, menyerang pribadi, hingga mengangkat isu-isu sosial tanpa dasar yang jelas,” ujar Bongkis dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).

Menurut dia, berbagai unggahan di dalam grup tersebut tidak hanya memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik sosial. Ia menyoroti kecenderungan sejumlah pihak yang menggunakan platform tersebut untuk menyebarkan informasi yang belum tentu benar, tanpa verifikasi yang memadai.

“Masalah pribadi diangkat ke ruang publik tanpa kontrol. Ini berbahaya karena bisa merusak nama baik orang lain dan memperkeruh situasi sosial di Raja Ampat,” tegasnya.

Bongkis juga mengingatkan pentingnya peran pemuda dan media dalam menjaga kualitas informasi yang beredar di ruang publik, khususnya di media sosial. Ia mengajak semua pihak untuk lebih bijak dalam menggunakan platform digital serta mengedepankan etika dalam berkomunikasi.

Lebih lanjut, ia berharap adanya perhatian serius dari instansi terkait, baik pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum, untuk menindaklanjuti kondisi tersebut. Menurutnya, diperlukan langkah konkret guna mengawasi serta menertibkan aktivitas digital yang berpotensi merugikan masyarakat.

“Kami berharap ada langkah tegas dari instansi terkait agar ruang digital tetap sehat, tidak menjadi tempat penyebaran fitnah dan informasi yang menyesatkan,” kata dia.

Baca Juga  53 Mahasiswa UM Sorong Resmi Jalani KKN di Raja Ampat, Siap Bantu Pemberdayaan dan Pelestarian Alam

Selain itu, Bongkis juga mendorong pengelola grup untuk lebih selektif dalam menyaring konten yang diunggah oleh anggota Peserta Anonim, serta menerapkan aturan yang jelas guna menjaga kualitas diskusi.

Di sisi lain, sejumlah warga Raja Ampat turut mengeluhkan keberadaan grup tersebut. Mereka mengaku resah dengan banyaknya unggahan yang bersifat provokatif dan tidak berdasar.

Dengan adanya imbauan ini, diharapkan seluruh pihak dapat bersama-sama menciptakan ruang komunikasi yang lebih sehat, produktif, dan bertanggung jawab, terutama menjelang dinamika politik yang semakin meningkat di daerah tersebut.

Writer: Dony Kumuai