Waisai, RajaAmpatNews— Pemerintah Kabupaten Raja Ampat resmi membuka Festival Pesona Raja Ampat 2025 yang dirangkaikan dengan Festival Gemarikan Raja Ampat, pada besok, Sabtu (18/10/2025), di Pantai WTC (Waisai Torang Cinta). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata, pelestarian budaya, serta ketahanan pangan berbasis hasil laut.
Sesuai jadwal yang diterima RajaAmpatNews.com, Jumat (17/10/2025), pembukaan festival ini diawali dengan tarian selamat datang, penjemputan tamu VIP, dan laporan panitia pelaksana, sebelum pembukaan secara resmi seluruh rangkaian kegiatan.
Terkait festival ini, Bupati Raja Ampat, Orideko I Burdam beberapa kali menegaskan pentingnya sinergi antara sektor pariwisata, kelautan, dan ekonomi kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Raja Ampat.
“Raja Ampat bukan hanya tentang keindahan alam bawah laut, tetapi juga tentang kekayaan budaya dan potensi bahari yang dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Bupati di Kantor Bupati Raja Ampat belum lama ini.

Festival Bahari dan Gizi Ikan
Festival Pesona Raja Ampat 2025 menghadirkan berbagai kegiatan budaya dan hiburan rakyat, seperti penampilan paduan suara pelajar, lomba tari, fashion show busana daerah, dan berbagai atraksi seni khas Raja Ampat. Sementara Festival Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi ikan sebagai sumber protein berkualitas.
Kegiatan pameran UMKM dan stand perikanan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, menampilkan produk lokal unggulan dari berbagai kampung di Raja Ampat. Selain itu, digelar juga lomba-lomba edukatif seperti lomba mewarnai, fashion show, tarik tambang, hingga lomba masak serba ikan yang diikuti peserta dari berbagai kalangan.
Menumbuhkan Cinta Bahari Sejak Dini
Selama empat hari pelaksanaan (18–21 Oktober 2025), festival ini juga diisi dengan kegiatan bagi pelajar, seperti lomba mewarnai ikan, lomba menggambar, serta lomba cerdas cermat antar sekolah yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Dinas Kelautan Perikanan.
Sementara itu, atraksi seni dan pertunjukan musik daerah di panggung utama setiap malam menjadi hiburan bagi masyarakat dan wisatawan yang memadati area Pantai WTC. Para pelaku UMKM juga mendapat ruang untuk memasarkan produk lokal, mulai dari olahan hasil laut hingga kerajinan tangan khas Raja Ampat.

Festival akan berakhir pada Selasa (21/10/2025) dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba dan penampilan Parade Seni Budaya dari perwakilan distrik di Raja Ampat. Acara penutupan dijadwalkan berlangsung pukul 16.00 WIT di Pantai WTC.
Sekretaris Daerah Kabupaten Raja Ampat, Dr. Yusuf Salim, M.Si., dalam undangan yang beredar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan festival ini.
“Kedua festival ini tidak hanya menjadi wadah ekspresi budaya dan ekonomi kreatif, tetapi juga pengingat pentingnya menjaga laut sebagai sumber kehidupan dan identitas masyarakat Raja Ampat,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Raja Ampat berharap, melalui Festival Pesona Raja Ampat dan Gemarikan 2025, wajah bahari Raja Ampat dapat semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat kontribusi daerah ini dalam pengembangan pariwisata dan ketahanan pangan berbasis kelautan.
Festival yang berlangsung selama empat hari, mulai Sabtu, 18 Oktober hingga Selasa, 21 Oktober 2025, akan ditutup secara resmi pada Selasa sore (21/10/2025) pukul 16.00 WIT di Pantai WTC. Penutupan akan diisi dengan Parade Seni Budaya Distrik, Atraksi Musik Tradisional, dan Penyerahan Hadiah kepada para pemenang lomba.

Kegiatan pokok yang menjadi sorotan pada kedua festival ini mencakup:
- Atraksi budaya dan seni daerah di panggung utama.
- Pameran UMKM dan produk bahari yang menampilkan hasil olahan ikan serta kerajinan lokal.
- Lomba memasak serba ikan dan demo kuliner Gemarikan sebagai promosi konsumsi ikan sehat.
- Kegiatan edukatif bagi pelajar seperti lomba cerdas cermat, menggambar, dan mewarnai ikan.
- Atraksi wisata bahari termasuk lomba perahu hias dan hiburan rakyat di arena WTC.
Kemeriahan Festival Pesona Raja Ampat dan Festival Gemarikan 2025 diharapkan menjadi bukti nyata bahwa pariwisata, budaya, dan sumber daya kelautan dapat bersinergi untuk mewujudkan Raja Ampat yang bangkit, produktif, dan sejahtera.
Writer: Petrus Rabu












