WAISAI, RajaAmpatNews— Dewan Adat Suku Betew Kafdarun (BETKAF) Kabupaten Raja Ampat menyelenggarakan kegiatan sosialisasi program pemerintah pusat dengan tema “Membangun Negeri Lebih Baik dan Mensejahterakan Masyarakat dari Pesisir Tanah Papua”, yang digelar di Aula Hotel Maranu Waisai, Rabu (29/10/2025).
Kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi antara lembaga adat dan pemerintah dalam memperkenalkan dua program nasional yang tengah digalakkan, yakni Koperasi Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Ketua Dewan Adat Suku Betew, Kafdarun Yance Mambrasar, Kepala Distrik Kota Waisai, Alfred Suruan, tim sosialisasi MBG (Makan Bergizi Gratis), Kelfin Siahaan, Ketua Pokja Adat MRPBD, Mesak Mambraku, perwakilan kepala suku Di Raja Ampat, serta peserta yang terdiri dari para guru dan pelajar.
Ketua Dewan Adat Suku Betew Kafdarun, Yance Mambrasar, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini digelar sebagai upaya memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat adat mengenai dua program strategis pemerintah pusat.
“Kami melihat pentingnya kegiatan ini agar masyarakat adat bisa memahami dengan benar maksud dan tujuan dari program Koperasi Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis. Kedua program ini sangat baik bila dijalankan dengan serius karena dapat membuka wawasan, semangat, dan kesejahteraan masyarakat Papua, khususnya di Raja Ampat,” ujarnya.

Yance menjelaskan bahwa Dewan Adat akan turun langsung ke kampung-kampung untuk memastikan pembentukan dan pelaksanaan Koperasi Merah Putih berjalan efektif. Ia juga menyoroti perlunya pendampingan berkelanjutan agar koperasi benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
“Selama ini banyak program koperasi tidak berjalan baik karena minimnya sosialisasi dan pemahaman pengelola. Kami akan berupaya agar sosialisasi dilakukan terus-menerus, supaya masyarakat benar-benar mengerti dan semangat untuk mengelola program ini,” tambahnya.
Selain itu, Yance juga menyinggung pentingnya keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis di sekolah-sekolah, terutama bagi anak-anak di wilayah pesisir dan kepulauan.
“Program makan bergizi ini penting karena banyak anak pergi ke sekolah tanpa sarapan. Dengan adanya makanan sehat di sekolah, mereka bisa belajar lebih fokus dan bersemangat,” katanya.
Kepala Distrik Waisai Kota, Alfred Suruan, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Dewan Adat Suku Betew Kafdarun yang telah menggagas kegiatan sosialisasi ini sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat.
“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Dewan Adat Betew Kafdarun. Kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap program nasional yang langsung menyentuh kebutuhan dasar rakyat,” ujar Alfred.

Ia menjelaskan, di wilayah Raja Ampat Sepenuhnya telah terbentuk Koperasi Merah Putih yang memiliki legalitas hukum melalui akta notaris, dan pemerintah daerah kini bekerja sama dengan Kodim serta Dinas Koperasi dalam menyiapkan bangunan fisik koperasi tersebut.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan lahan seluas 200 hektare untuk mendukung pasokan pangan lokal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Program ini akan memperkuat ketahanan pangan lokal agar kebutuhan sayur, buah, dan bahan pangan lainnya bisa dipenuhi dari hasil bumi sendiri,” jelasnya.
Kepala SMK Negeri 2 Raja Ampat, Nikodemus Mayor, turut memberikan testimoni terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di sekolahnya.
“Program ini sangat membantu anak-anak kami yang sering datang ke sekolah tanpa sarapan. Kini mereka lebih semangat belajar karena mendapat makanan bergizi setiap hari,” ujarnya.
Menurutnya, menu makanan yang disediakan selalu bervariasi dan terus diperbaiki. Bahkan beberapa guru dengan latar belakang tata boga turut memberikan masukan agar kualitas gizi dan cita rasa makanan semakin baik.
“Kami sangat mengapresiasi program ini. Semoga dapat terus berjalan, bukan hanya di Waisai, tetapi juga di kampung-kampung lain di Raja Ampat,” tutupnya.
Kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan oleh Dewan Adat Suku Betew Kafdarun ini menjadi bukti nyata bahwa lembaga adat memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan antara masyarakat dan pemerintah.
Melalui sinergi antara adat dan negara, diharapkan masyarakat Raja Ampat semakin memahami, mendukung, dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program-program pembangunan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat Papua.
Writer: Agustinus Guntur II Editor: Petrus Rabu













