RAJA AMPAT — Pesan penting tentang peran orang tua dalam membentuk karakter dan masa depan anak disampaikan Pdt. Yandi Manobe dalam khotbah pada ibadah penutupan Konsultasi Nasional (KONAS) XIX Forum Komunikasi Pria Kaum Bapa Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (FK-PKB PGI) Tahun 2026 di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Jumat (11/9/2026).
Dalam khotbahnya, Pdt. Yandi mengajak para orang tua, khususnya kaum bapak, untuk memperhatikan tiga hal utama dalam membesarkan anak, yakni memberikan panggilan yang baik, makanan yang baik, serta ajaran yang baik.
Menurutnya, cara orang tua memperlakukan dan memanggil anak akan turut memengaruhi pembentukan karakter anak. Karena itu, ia mengingatkan orang tua agar tidak memberikan sebutan atau panggilan yang buruk kepada anak.
“Panggil mereka dengan nama yang baik,” pesannya.
Ia menegaskan, anak harus diperlakukan dengan penuh kasih dan dihargai melalui perkataan yang membangun. Orang tua, kata dia, perlu menyadari bahwa setiap perkataan yang disampaikan kepada anak dapat membekas dan memengaruhi cara anak memandang dirinya sendiri.
Pesan kedua yang disampaikannya adalah memberikan makanan yang baik. Namun, menurut Pdt. Yandi, makanan yang baik tidak hanya berbicara tentang pemenuhan kebutuhan jasmani atau makanan bergizi.
Lebih dari itu, ia menekankan pentingnya memastikan kebutuhan keluarga dipenuhi melalui cara yang benar dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai kehidupan Kristen.
Ia mengingatkan agar orang tua tidak menggunakan uang yang diperoleh dari perjudian, korupsi, penipuan maupun tindakan mengambil hak orang lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Cukupkan dirimu dengan apa yang ada padamu. Berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu,” ujarnya.
Pdt. Yandi kemudian menyampaikan hal ketiga yang tidak kalah penting, yakni memberikan ajaran yang baik kepada anak.
Menurutnya, anak merupakan pribadi yang cepat belajar dan cenderung meniru apa yang mereka lihat serta dengar setiap hari dari lingkungan terdekat, terutama orang tua.
Karena itu, pendidikan karakter anak tidak cukup hanya dilakukan melalui nasihat. Orang tua juga harus memberikan teladan melalui perilaku sehari-hari.
Ia mencontohkan, jika seorang anak laki-laki tumbuh dengan menyaksikan ayahnya melakukan kekerasan terhadap ibunya, hal tersebut berpotensi membentuk cara pandangnya terhadap perempuan.
Sebaliknya, anak perempuan yang terus-menerus menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga juga dapat tumbuh dengan rasa takut terhadap laki-laki.
“Anak-anak ini pelajar cepat. Mereka hanya akan mengulang apa yang dilihat dan apa yang dia dengar,” tegasnya.
Karena itu, Pdt. Yandi mengajak para orang tua untuk bertumbuh di dalam Tuhan dan menunjukkan kehidupan yang dapat menjadi contoh bagi anak-anak.
Ia mengingatkan bahwa anak bukan hanya mendengar apa yang dikatakan orang tua, tetapi juga memperhatikan apa yang dilakukan orang tua setiap hari.
Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan lagu Sekolah Minggu yang mengajarkan kebiasaan sederhana namun mendasar dalam kehidupan iman, yakni membaca Kitab Suci dan berdoa setiap hari.
Menurutnya, kebiasaan tersebut perlu ditanamkan sejak dini agar anak memiliki fondasi iman yang kuat dalam menjalani kehidupannya.
Khotbah Pdt. Yandi menjadi salah satu pesan reflektif dalam rangkaian ibadah penutupan KONAS XIX FK-PKB PGI 2026 di Raja Ampat. Pesan tersebut sekaligus mengingatkan keluarga Kristen bahwa pembentukan karakter generasi muda berawal dari rumah, melalui perkataan, tindakan, serta keteladanan orang tua.












