Maulid Nabi di Masjid Baitul Arsyillah Kobeoser Tekankan Muhasabah dan Peran Masjid bagi Generasi Muda

RAJA AMPAT — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Baitul Arsyillah, Perumahan Kobeoser, Waisai, Raja Ampat, ditekankan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat keteladanan dan menghidupkan sunnah Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Panitia Maulid, Mohammad Arif Budipermono, mengatakan peringatan Maulid seharusnya mendorong jamaah melakukan muhasabah serta memperbaiki diri dengan menerapkan nilai-nilai yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

“Maulid bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk memuhasabah diri dan menghidupkan sunnah-sunnah Nabi Muhammad SAW,” ujarnya, Rabu (9/9/2026).

Arif juga menyampaikan permohonan maaf kepada jamaah atas berbagai kekurangan selama pelaksanaan kegiatan.

“Kami menyadari kegiatan ini masih banyak kekurangan. Dengan kerendahan hati, kami seluruh panitia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jamaah,” katanya.

Sementara itu, perwakilan takmir Masjid Baitul Arsyillah, Safir, mengapresiasi kerja panitia dan dukungan para donatur yang memungkinkan kegiatan tersebut terlaksana.

Menurutnya, kegiatan keagamaan perlu terus dihidupkan untuk memperkuat fungsi masjid, terutama dalam membangun kecintaan generasi muda terhadap masjid.

“Kami berharap kegiatan seperti ini sering diselenggarakan untuk menghidupkan masjid dan menumbuhkan rasa cinta generasi muda dalam memakmurkan masjid,” ujarnya.

Safir menegaskan, fungsi masjid tidak berhenti sebagai tempat ibadah. Masjid juga harus menjadi ruang pembelajaran, silaturahmi, serta tempat memperkuat ukhuwah dan membangun kehidupan sosial masyarakat serta membuna generasi muda.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga tempat memupuk ilmu, mempererat silaturahmi dan ukhuwah. Dan menjadi tempat nyaman bagi generasi muda,” pungkasnya.

Baca Juga  Bupati Orideko Burdam Melepas Ratusan Peserta Pawai Takbiran Idul Adha 1447 H di Kota Waisai