KONAS XIX di Raja Ampat, Wabup Mansyur Tekankan Peran Kaum Bapa Perkuat Keluarga

RAJA AMPAT — Wakil Bupati Raja Ampat Mansyur Syahdan menekankan pentingnya peran pria kaum bapa dalam memperkuat keluarga, gereja, dan kehidupan bermasyarakat. Hal itu disampaikannya saat acara pembukaan Konsultasi Nasional (KONAS) XIX Forum Komunikasi Pria Kaum Bapa Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (FK-PKB PGI) di Waisai, Selasa (8/9/2026).

Mansyur Syahdan mengatakan, kepercayaan menjadikan Raja Ampat sebagai tempat pelaksanaan KONAS XIX bukan sekadar kehormatan, tetapi juga panggilan untuk melayani, memperkuat persaudaraan, dan membangun persekutuan.

Menurutnya, KONAS tidak seharusnya berhenti pada diskusi dan rumusan, tetapi menghasilkan komitmen serta langkah nyata dalam memperkuat keluarga dan meneguhkan peran kaum bapa.

Bapa yang Berakar, Keluarga yang Berbuah” yang menjadi tema KONAS XIX, dengan subtema “Pria Kaum Bapa sebagai Terang di Tengah Keluarga dan Bangsa“, dinilai memiliki pesan penting tentang keteladanan dalam keluarga.

Wabup menegaskan, pria kaum bapa tidak hanya berperan sebagai kepala keluarga, tetapi juga sebagai imam, teladan, pelindung, dan pemimpin yang menghadirkan kasih melalui kesetiaan, tanggung jawab, kerja keras, serta pengampunan.

“Ketika bapa berakar kuat, keluarga akan berbuah. Ketika keluarga kuat, gereja, masyarakat, dan bangsa memiliki fondasi yang kokoh,” ujarnya.

Mansyur juga memperkenalkan Raja Ampat sebagai daerah kepulauan di Papua Barat Daya yang memiliki kekayaan alam, budaya, dan keberagaman. Ia menyebut Raja Ampat terdiri atas 24 distrik, 117 kampung, dan empat kelurahan.

Ia menilai kekayaan alam Raja Ampat bukan sekadar potensi wisata, melainkan anugerah Tuhan dan sumber kehidupan yang harus dijaga. Demikian pula keberagaman masyarakat perlu dirawat melalui toleransi, gotong royong, dan persaudaraan.

Wabup berharap peserta KONAS XIX membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman selama berada di Raja Ampat. Ia ingin forum tersebut menghasilkan semangat baru untuk memperkuat keluarga, pelayanan gereja, serta kontribusi kaum bapa di tengah masyarakat.

Baca Juga  Bawaslu Raja Ampat Gandeng Dinas Pendidikan Perkuat Pendidikan Pengawasan Pemilu bagi Pemilih Pemula

“Kiranya dari Raja Ampat lahir semangat baru bahwa keluarga yang berakar dalam iman akan menghasilkan kehidupan yang berbuah dalam kasih, pelayanan, dan kesejahteraan,” katanya.