Bupati Raja Ampat: Pembangunan Sejati Bukan Hanya Infrastruktur, tetapi Membangun Manusia

RAJA AMPAT — Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menegaskan pentingnya sinergi bersama lembaga keagamaan, khususnya gereja, dalam membangun manusia dan memperkuat kehidupan sosial masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Staf Ahli Bupati, James M. Bisai, pada pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-V Gereja Kalvari Pentakosta Misi Indonesia (GKPMI) Papua Barat dan Papua Barat Daya, di Gedung Gereja GKPMI Getsemani, Jalan A. Yani, belakang PLN Raja Ampat, Selasa (15/9/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa tema Rakerda ke-V, “Bersatu, Bergerak dan Berdampak dalam Otoritas Kuasa Roh Kudus,” sebagaimana tertuang dalam Kisah Para Rasul 1:8, tidak hanya relevan bagi kehidupan gereja, tetapi juga memiliki makna penting dalam pembangunan daerah.

KET: Staf Ahli Bupati, James M. Bisai, SE,.MM. Saat membacakan sambutan tertulis Bupati Raja Ampat, pada pembukaan RAKERDA Ke-V GKPMI Papua Barat & Papua Barat Daya. Selasa (15/9/2026)

Menurutnya, persatuan merupakan kekuatan, gerakan adalah keberanian, sedangkan dampak menjadi ukuran dari sebuah pengabdian. Karena itu, berbagai program dan rencana tidak cukup hanya disusun, tetapi harus diwujudkan dalam pelayanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bupati menegaskan, pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari pembangunan jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit maupun infrastruktur lainnya. Hal yang tidak kalah penting adalah pembangunan manusia.

“Pembangunan yang sejati bukan hanya membuat tempat tinggal manusia menjadi lebih baik, tetapi membuat manusia yang tinggal di dalamnya menjadi lebih baik,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya.

Dalam konteks tersebut, Bupati menilai gereja memiliki peran strategis. Gereja tidak hanya hadir di gedung ibadah, tetapi juga berada di tengah keluarga, pergumulan umat, kehidupan anak-anak dan pemuda, serta berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Gereja, lanjutnya, memiliki kekuatan moral untuk menanamkan nilai kejujuran, kasih, tanggung jawab, disiplin, kepedulian dan penghormatan terhadap kehidupan. Karena itu, pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan pembangunan karakter.

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat sendiri, kata Bupati, terus berkomitmen memberikan perhatian terhadap pembangunan sosial keagamaan sesuai kewenangan, kemampuan daerah dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Baca Juga  Jadwal Hari Kedua Makin Memanas di AVC Beach Volleyball Tour Raja Ampat Open 2026

Pemerintah juga membuka ruang kemitraan dengan lembaga keagamaan untuk memperkuat kehidupan umat, membangun kerukunan, membina generasi muda, memperkuat keluarga hingga mendorong pemberdayaan masyarakat.

Namun, Bupati mengingatkan bahwa kemitraan pemerintah dan gereja tidak seharusnya hanya dibangun berdasarkan bantuan maupun fasilitas. Kemitraan yang sejati, menurutnya, adalah ketika pemerintah dan gereja memiliki kepedulian yang sama terhadap masa depan manusia.

Pemerintah memiliki tanggung jawab dalam kebijakan dan pelayanan publik, sementara gereja memiliki panggilan dalam pelayanan iman serta pembentukan karakter. Jika keduanya berjalan dengan semangat saling menghormati dan menguatkan, maka akan lahir kekuatan sosial yang besar bagi pembangunan daerah.

Bupati juga berharap Rakerda ke-V GKPMI tidak sekadar menjadi forum evaluasi dan penyusunan program organisasi, tetapi menjadi ruang untuk membaca kembali panggilan pelayanan di tengah perubahan zaman.

Ia mendorong agar setiap program yang lahir dari Rakerda benar-benar menjawab kebutuhan umat dan masyarakat, terutama dalam membantu keluarga yang menghadapi kesulitan, memberikan harapan kepada generasi muda serta meninggalkan jejak kebaikan di tengah masyarakat.

“Saya berharap dari Rakerda ini lahir keputusan dan program yang tidak hanya baik di atas kertas, tetapi hidup dalam pelayanan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Bupati kemudian mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun generasi muda yang beriman sekaligus berpengetahuan, memperkuat keluarga sebagai fondasi kehidupan, mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, serta menjaga Raja Ampat sebagai rumah bersama yang damai, rukun dan lestari.

Menutup sambutannya, Bupati menekankan bahwa kepemimpinan dan pelayanan bukan tentang seberapa tinggi posisi seseorang, melainkan seberapa besar kehidupan orang lain menjadi lebih baik karena kehadirannya.

Ia berharap GKPMI Papua Barat dan Papua Barat Daya semakin kuat dalam iman, kokoh dalam persaudaraan, dewasa dalam pelayanan, serta semakin nyata memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Baca Juga  PERINTIS 10 Hari Beri Kepastian Waktu, Proses Balik Nama Sertipikat Kini Lebih Cepat

Atas nama Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Bupati juga menyampaikan selamat melaksanakan Rakerda ke-V GKPMI Papua Barat dan Papua Barat Daya. Rakerda tersebut kemudian secara resmi dinyatakan dibuka dengan harapan seluruh pembahasan, keputusan dan program yang dihasilkan menjadi bagian dari karya bersama untuk menghadirkan kebaikan bagi sesama.