RAJA AMPAT — Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Kabupaten Raja Ampat merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 dengan penuh sukacita dan semangat kebersamaan. Perayaan yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Kabupaten Raja Ampat, Rabu (16/9/2026), menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan sekaligus meneguhkan komitmen KKK dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Raja Ampat.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua KKK Raja Ampat Estefanos Kading, Sekretaris Daerah Kabupaten Raja Ampat Yusuf Salim, Asisten III Setda Raja Ampat Maurits K. Rumfaker, Staf Ahli Bupati Bidang Hukum Johanes Rahayan, Kabag Protokoler Petrus Rabu, Tokoh Agama, para ketua paguyuban, pengurus dan anggota KKK Raja Ampat, serta para pemenang berbagai perlombaan yang digelar dalam rangka HUT ke-3.
Dalam sambutannya, Ketua KKK Raja Ampat Estefanos Kading mengatakan, tiga tahun perjalanan organisasi memang belum panjang, namun telah menjadi bagian dari perjalanan kebersamaan masyarakat Kawanua di tanah rantau.
Menurutnya, perjalanan tersebut diwarnai berbagai pengalaman, suka dan duka, yang semakin memperkuat semangat mapalus, kekeluargaan, persaudaraan dan kebersamaan.

“Dengan semangat mapalus, kekeluargaan, persaudaraan, dan kebersamaan, kita mampu menjaga serta mempererat tali persaudaraan masyarakat Kawanua di tanah perantauan, khususnya di Kabupaten Raja Ampat,” ujar Estefanos.
Ia menegaskan, perayaan HUT ke-3 tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga harus menjadi momentum bagi seluruh pengurus dan anggota untuk melakukan refleksi serta evaluasi terhadap perjalanan organisasi selama tiga tahun terakhir.
Estefanos berharap KKK Raja Ampat ke depan semakin solid, kompak dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta pembangunan di Kabupaten Raja Ampat.
Sebagai bagian dari masyarakat Raja Ampat, lanjutnya, keluarga besar KKK memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga hubungan baik dengan seluruh elemen masyarakat melalui nilai toleransi, saling menghormati, gotong royong dan kehidupan yang harmonis.
“Kita boleh berbeda latar belakang, tetapi kita tetap satu dalam persaudaraan. Kita boleh berada jauh dari tanah Minahasa, tetapi semangat Kawanua tetap hidup di dalam hati kita,” katanya.
Ia juga mengajak generasi muda Kawanua untuk terus mewarisi nilai-nilai luhur masyarakat Minahasa, salah satunya falsafah “Si Tou Timou Tumou Tou”, yang bermakna manusia hidup untuk memanusiakan manusia.
Nilai tersebut, menurut Estefanos, harus menjadi pedoman bagi keluarga Kawanua untuk terus berbuat baik, saling membantu dan memberikan manfaat bagi sesama.
“Bersama kita kuat. Bersama kita maju. Bersama kita jaga persaudaraan Kawanua di Raja Ampat,” tegasnya.
Mewakili Bupati Raja Ampat, Sekretaris Daerah Yusuf Salim, menyampaikan sambutan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat. Ia mengatakan, tiga tahun perjalanan KKK telah menunjukkan bahwa organisasi tersebut mampu hadir dan mengambil bagian dalam menjaga kebersamaan di tengah masyarakat.

Yusuf menilai keberadaan berbagai paguyuban di Raja Ampat merupakan gambaran nyata keberagaman yang menjadi kekuatan daerah.
Hal itu terlihat dari pelaksanaan Mini Tournament Tenis Meja antar-Paguyuban yang melibatkan 21 paguyuban di Raja Ampat.
“Semangat kekeluargaan yang ditunjukkan melalui ajang olahraga bukan sekadar kompetisi, melainkan medium mempererat silaturahmi, membangun sportivitas, dan menumbuhkan rasa saling menghargai di antara kita semua,” demikian sambutan Bupati yang dibacakan Sekda Yusuf Salim.
Ia menyampaikan apresiasi kepada panitia HUT ke-3 KKK Raja Ampat, seluruh paguyuban peserta turnamen serta semua pihak yang telah mendukung rangkaian kegiatan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Raja Ampat juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, menjadikan semangat kerukunan sebagai salah satu fondasi dalam membangun daerah yang maju, sejahtera dan berbudaya.
“Keberagaman bukanlah penghalang, melainkan anugerah yang harus kita rawat bersama,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Kepada para pemenang pertandingan tenis meja dan bulu tangkis, Pemkab Raja Ampat juga menyampaikan ucapan selamat dan berharap prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus berkarya sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda.

Pada momen perayaan HUT ke-3 tersebut, para pemenang berbagai perlombaan juga menerima penghargaan dari panitia. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi, kerja keras dan prestasi yang telah ditunjukkan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Pemberian hadiah tersebut berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan kekeluargaan. Momen itu sekaligus menjadi bentuk penghormatan panitia kepada seluruh peserta yang telah ikut menyukseskan rangkaian kegiatan HUT ke-3 KKK Raja Ampat.
Panitia berharap hadiah dan penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para pemenang untuk terus mengembangkan potensi, menjaga sportivitas serta berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan di Raja Ampat.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-3 KKK Raja Ampat Donny Dimpudus dalam laporannya menyampaikan, rangkaian kegiatan tahun ini mengusung tema “Matulung Tulungan Wo Maleos Leosan”, yang bermakna saling membantu dan saling mengasihi sesama umat manusia.

Berbagai kegiatan telah dilaksanakan sejak beberapa bulan sebelum puncak perayaan. Di antaranya bakti sosial di Sekolah Luar Biasa Kabupaten Raja Ampat, lomba gaplek antaranggota KKK, Mini Tournament Tenis Meja antar-Paguyuban yang melibatkan 21 paguyuban, serta pertandingan bulu tangkis antaranggota KKK Raja Ampat.
Donny mengatakan, panitia juga melakukan berbagai persiapan melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, KNPI Raja Ampat, Dinas Pemuda dan Olahraga, PTMSI Kabupaten Raja Ampat serta BKPSDM Kabupaten Raja Ampat.
Untuk mendukung pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan, panitia memperoleh sumber pendanaan dari bazar, swadaya anggota KKK Raja Ampat, proposal, dukungan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dan Ketua KNPI Raja Ampat.
Selain itu, kegiatan juga mendapat dukungan sponsor dari Vogelkopf Resort dan Depot Air Wamegi.
Perayaan tersebut menjadi penanda tiga tahun perjalanan KKK di Raja Ampat sekaligus momentum untuk terus memperkuat persaudaraan, memperluas kebersamaan dengan seluruh paguyuban dan elemen masyarakat, serta berkontribusi bagi daerah.
Semangat itu dirangkum dalam falsafah “Si Tou Timou Tumou Tou” — manusia hidup untuk memanusiakan orang lain, serta semboyan Kawanua “Esa Lalan, Esa Toroan! Torang Samua Basudara!”
Dengan semangat tersebut, KKK Raja Ampat diharapkan terus menjadi bagian dari kekuatan sosial masyarakat dalam merawat persatuan dan kebersamaan di Kabupaten Raja Ampat.












