RAJA AMPAT — Turnamen Futsal Putri Parlamen Cup 2026 dipastikan akan segera bergulir di Kabupaten Raja Ampat. Menjelang pelaksanaan turnamen, panitia bersama perwakilan tim peserta telah menggelar technical meeting yang berlangsung di GOR Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Senin (8/6/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh seluruh tim peserta yang akan berkompetisi dalam ajang futsal putri terbesar di Raja Ampat tahun ini. Dalam rapat tersebut, panitia membahas berbagai aspek teknis dan persiapan pelaksanaan pertandingan, mulai dari regulasi kompetisi, jadwal pertandingan, hingga pembagian grup yang akan digunakan selama turnamen berlangsung.
Panitia juga telah menetapkan pembagian grup peserta yang terbagi ke dalam empat pool, yakni Pool A, Pool B, Pool C, dan Pool D. Pembagian grup tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan jalannya kompetisi berlangsung tertib, kompetitif, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Turnamen Futsal Putri Parlamen Cup 2026 dijadwalkan resmi dibuka pada 10 Juni 2026 dan akan berlangsung hingga 24 Juni 2026. Seluruh pertandingan akan dipusatkan di GOR Waisai, yang menjadi lokasi utama pelaksanaan kompetisi.
Koordinator Turnamen Futsal , Gilbert Sahetapy, menjelaskan bahwa penyelenggaraan turnamen ini tidak hanya berorientasi pada olahraga semata, tetapi juga membawa misi sosial dan kemanusiaan yang lebih luas bagi generasi muda di Kabupaten Raja Ampat.
Menurutnya, kegiatan tersebut digagas oleh PAM GKI Tasik Tiberias Siwindores melalui Rayon 5 dan Rayon 6 sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung upaya pemerintah daerah menghadapi berbagai persoalan sosial yang terjadi di kalangan remaja.
“Tujuan dari kegiatan Turnamen Futsal Putri ini adalah mengangkat isu-isu kemanusiaan yang terjadi di tengah masyarakat. Melalui PAM GKI Tasik Tiberias Siwindores Rayon 5 dan 6, kami mendukung pemerintah Kabupaten Raja Ampat untuk bersama-sama mengatasi berbagai persoalan sosial, terutama pergaulan bebas dan kenakalan remaja yang saat ini mulai meningkat,” ujar Gilbert.
Ia menambahkan bahwa perempuan muda merupakan salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian khusus melalui kegiatan-kegiatan positif yang mampu mengembangkan potensi diri sekaligus membangun karakter.

“Kita tahu bahwa ada banyak perempuan muda yang hari ini rentan terpengaruh oleh lingkungan negatif. Melalui turnamen futsal ini, kami berharap dapat memberikan ruang yang sehat dan produktif sehingga dapat mengurangi risiko-risiko tersebut. Olahraga menjadi salah satu sarana pembinaan yang efektif bagi generasi muda,” katanya.
Gilbert juga mengungkapkan bahwa penyelenggaraan turnamen ini dilakukan dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, meskipun tidak didukung oleh sponsor besar.
“Walaupun turnamen ini tidak memiliki sponsor yang besar, namun niat baik dari PAM GKI Tasik Tiberias Siwindores Rayon 5 dan 6 untuk tetap melaksanakan kegiatan ini sangat besar. Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk menghadirkan kegiatan positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kompetisi futsal putri di Raja Ampat masih tergolong minim dibandingkan dengan cabang olahraga lainnya. Karena itu, kehadiran Turnamen Futsal Putri Parlamen Cup 2026 diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan olahraga futsal putri sekaligus wadah pembinaan atlet perempuan di daerah.
“Kabupaten Raja Ampat masih membutuhkan lebih banyak ruang bagi pengembangan olahraga futsal putri. Kami berharap kegiatan ini mendapat perhatian positif dari pemerintah daerah dan berbagai pihak agar ke depan pembinaan pemuda dan pemudi melalui olahraga dapat terus ditingkatkan,” lanjutnya.

Antusiasme masyarakat terhadap turnamen ini juga terlihat dari tingginya jumlah pendaftar yang ingin berpartisipasi. Awalnya, panitia hanya membuka kuota untuk 16 tim peserta, namun karena tingginya minat dari berbagai komunitas dan kelompok perempuan di Raja Ampat, jumlah peserta akhirnya ditambah menjadi 24 tim.
Peningkatan jumlah peserta tersebut menjadi bukti bahwa olahraga futsal putri memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Raja Ampat, khususnya di kalangan perempuan muda yang ingin mengembangkan bakat dan kemampuan mereka di bidang olahraga.
Panitia berharap Turnamen Futsal Putri Parlamen Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi gerakan bersama dalam membangun generasi muda Papua yang sehat, produktif, berprestasi, dan jauh dari berbagai pengaruh negatif.
Melalui kegiatan ini, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan generasi muda, khususnya perempuan Papua, agar mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi daerah dan masa depan Raja Ampat.
“Mari kita jadikan turnamen ini sebagai momentum untuk bersama-sama memberantas berbagai hal negatif yang telah merajalela di kalangan anak muda, khususnya perempuan dan generasi muda Papua. Dengan olahraga, kita membangun karakter, persaudaraan, dan masa depan yang lebih baik,” tutup Gilbert Sahetapy.
Writer: Dony Kumuai












