RAJA AMPAT — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Dalam dua hari terakhir, sejumlah titik kebakaran terpantau muncul di beberapa lokasi, sementara upaya penanganan terus dilakukan oleh tim gabungan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Raja Ampat, Guntur Tamima, mengatakan kondisi tersebut masuk dalam kategori kebakaran hutan dan lahan berdasarkan tugas dan fungsi penanggulangan bencana.
Salah satu lokasi yang sebelumnya mengalami kebakaran berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Babur. Kebakaran di lokasi tersebut telah berhasil ditangani dan dinyatakan padam setelah tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan pemadam kebakaran turun melakukan penanganan.
Namun, persoalan belum sepenuhnya berakhir. BPBD kembali menemukan sejumlah titik api baru yang tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Swaimbon, Warbariam, dua titik di sekitar kawasan Stadion, serta area depan Pandawa.

Guntur menyebutkan, proses pemadaman masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan armada. BPBD Raja Ampat belum memiliki kendaraan pemadam kebakaran khusus sehingga penanganan di lapangan masih mengandalkan mobil tangki air.
Kondisi tersebut kemudian diatasi melalui dukungan lintas sektor. Sejumlah armada dikerahkan untuk membantu proses pemadaman, masing-masing satu unit mobil tangki dari Kodim dan Dinas Lingkungan Hidup, serta dukungan tambahan kendaraan dari Batalyon.
Menurut Guntur, kondisi cuaca panas dan musim kemarau menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Situasi ini membuat api lebih mudah muncul dan berpotensi menyebar apabila tidak segera ditangani.
Karena itu, BPBD mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang sedang melakukan aktivitas pembukaan atau pembersihan lahan.
Masyarakat tetap dapat melakukan kegiatan berkebun, namun diimbau tidak menggunakan metode pembakaran untuk membersihkan lahan. Api yang tidak dikendalikan berisiko menyebar ke area lain, terlebih dalam kondisi cuaca panas dan kering.

BPBD berharap masyarakat ikut berperan dalam mencegah meluasnya karhutla dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Pencegahan sejak dini dinilai penting untuk mengurangi risiko kebakaran yang lebih besar dan menjaga keselamatan lingkungan serta permukiman warga.












